Temukan Kami di Sini:

YES! Pemda Gowa Buka Ruang untuk Warga Salat EID di Masjid dan Lapangan, Tetapi?

0
YES! Pemda Gowa Buka Ruang untuk Warga Salat EID di Masjid dan Lapangang, Tetapi?
YES! Pemda Gowa Buka Ruang untuk Warga Salat EID di Masjid dan Lapangang, Tetapi?

SUARATURATEA.COM, GOWA – Pelaksanaan salat Idul Adha (EID) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dipersilahkan oleh pemerintah.

Salat Idul Adha (EID) 1442 Hijriah telah diputuskan dan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2021, dua hari kedepan.

Pemerintah Kabupaten Gowa membuka sinyal terkait salat Eid bisa dilaksanakan di masjid dan lapangan. Kendati, pemerintah tetap meminta agar mengedepankan pengetatan protokol kesehatan dan pelarangan lintas kecamatan bagi masyarakat yang ingin ke masjid.

BACA JUGA: Satpol PP yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Dicopot Dari Jabatannya

Keputusan itu diambil setelah melakukan rapat koordinasi secara virtual bersama Bupati Gowa, Wakil Bupati, Forkopimda, Kemenag, dan sejumlah organisasi Islam di Gowa terkait saran dan masukan untuk dilakukan pelaksanaan salat Eid.

“Menurut pendapat kami dan kami berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Gowa memungkinkan melaksanakan meskipun berada pada zona orange, tetapi dengan dilaksanakannya PPKM beberapa hari ini dengan penerapan prokes, saran dari KUA juga mengatakan bisa melaksanakan di kecamatan-kecamatan tanpa lintas kecamatan dan bagi lansia dan tidak sehat dilarang mengikuti Salat Idul Adha. Ditambah penyembelihan dilakukan tidak di 10 Dzulhijjah tapi di hari tasyrik 11, 12 untuk menghindari kerumunan,” kata Kepala Kemenag Gowa, Hj Adliah memberikan saran dalam virtual tersebut.

Dia menjelaskann, meskipun Kabupaten Gowa saat ini masuk pada zona orange. Namun menurut pendapatnya dan berkoordinasi dengan Kementerian Agama serta KUA di kecamatan maka Gowa memungkinkan melaksanakan saalat Idul Adha di masjid.

Terlebih juga dengan menerapkan PPKM dengan prokes ketat untuk masyarakat tidak boleh lintas kecamatan mengunjungi masjid melaksanakan saalat Eid.

BACA JUGA: Ditetapkan Tersangka, Mardani Dijemput Polisi Gowa dan Dicecar 22 Poin Pertanyaan

Hal yang sama juga disampaikan Ketua FKUB (Forum Komunikasi Ummat Beragama) Gowa, Ahmad Muhajir. Saat ini kondisi Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten-kota yang berpotensi apabila dilarang masyarakat Gowa menyeberang ke daerah lain yang akhirnya lebih berpotensi membawa virus ke Gowa, sehingga menyarankan Gowa tetap melaksanakan dengan mengacu terhadap prokes ketat.

“Pertimbangan kami, jika kami menutup masjid maka jamaah akan mencari masjid yang terbuka dan ini yang rawan jika ke kabupaten/kota mencari masjid dan terjadi penumpukan di masjid itu yang akan membawa virus kembali ke rumah. Sehingga kami menyarankan untuk dilaksanakan di Gowa tapi dengan catatan tidak boleh mencari masjid diluar dari lingkungan masing-masing. Olehnya kami menyarankan melaksanakan shalat tapi kepala desa/lurah bisa memberitahukan warganya untuk shalat di masjid sekita rumah masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu NU, Wahdah Islamiah, LDII Gowa siap mendukung apapun keputusan Pemkab Gowa, kalaupun perbolehkan diharapkan prokol kesehatan bisa benar-benar diperketat dan menyediakan masker di depan masjid untuk memberikan masyarakat jika ada yang tidak memakai maupun lupa membawa masker.

BACA JUGA: Jokowi Beri Komentar Soal Satpol PP, Mardani Pukuli Pemilik Warkop di Gowa

Begitupun dengan jajaran Forkopimda Gowa yang menyarankan Gowa melaksanakan Shalat Idul Adha, seperti diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani yang mengatakan lebih baik Gowa melaksanakan namun harus dipertegas dengan protokol kesehatan seperti menerapkan penjagaan jarak, wajib menggunakan masker dah penyediaan masker di setiap masjid yang ada di Gowa.

Di tempat yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, sesuai surat edaran Menteri Agama zona merah dan zona oranye dilarang melaksanakan Shalat Idul Adha, sementara Kabupaten Gowa baru saja mendapatkan status zona yaitu berada pada zona oranye sehingga melalui rakor tersebut orang nomor satu di Gowa itu ingin mendengar saran dan masukan dari berbagai pihak.

“Peningkatan kasus di Gowa dan Sulsel terjadi kenaikan signifikan, bahkan Gowa berada pada peringkat kedua tertinggi setelah Makassar pada kasus konfirmasi dalam sehari. Selain itu, dalam edaran Menteri Agama jika wilayah tersebut masuk zona orange dan merah maka ditiadakan pelaksanaan Shalat Idul Adha namun berdasarkan koordinasi dengan Kemenag Gowa bahwa dikembalikan ke daerah masing-masing sehingga kami lakukan rapat ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Wanita 42 Tahun Tenggelam, Basarnas Berhasil Temukan dan Evakuasi, Begini Kondisinya

Berdasarkan saran dan masukan dari peserta rapat, Bupati Adnan memutuskan akan tetap melaksanakan Saalat Eid dengan catatan penerapan protokol kesehatan ketat dan masyarakat melaksanakan di masjid sekitar rumah masing-masing.

“Dari awal kekhwatiran kami jangan sampai menimbulkan cluster baru yang mengakibatkan tingginya kasus di Gowa sehingga rapat ini diadakan. Berdasarkan saran dan masukan Pemkab Gowa juga ingin melaksnakan shalat id, oleh karena itu diharapkan dukungan semuanya untuk bisa dilaksanakan dengan prokes ketat,” katanya.

Olehnya ia meminta seluruh camat, desa, lurah, Polsek, Danramil, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengecek seluruh masjid di wilayah masing-masing sebelum Hari Raya Idul Adha untuk memastikan masjid mengatur jarak shaf minimal 1-1,5 meter.

BACA JUGA: Fakta Mengejutkan Soal Kehamilan Wanita yang Ditampar Satpol PP di Gowa

“Saya mohon untuk bisa melaksanakan shalat dengan prokes ketat dan menyampaikan ke pengurus dan keluarga untuk bisa memahami situasi dan kondisi sekarang, bahkan bisa menjadi contoh masyarakat lain terkait disiplin menjalankan prokes. Saya juga minta Camat, Lurah, Kepala Desa, Kapolres dan dandim untuk menurunkan anggotanya di kecamatan yaitu Polsek, Danramil, Babinsa dan Babinkamtibmas¬† agar mengecek masjid baik-baik, sehingga seluruh masjid menerapkan prokes,” imbaunya. (**)

Berkomentar dengan bijak!