Warga Paitana Terima Raskin Tak Layak Komsumsi

0
Ilustrasi

Aiman/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO–Warga desa paitana kecamatan turatea jeneponto, Sulawesi Selatan  keluhkan kualitas beras raskin yang mereka terima . Beras raskin dinilai tak layak konsumsi karena berwarna hitam, berjamur dan berkutu serta berbau saat dimasak.

Sejumlah  warga miskin penerima beras raskin di dusun Sunggumanai Utara desa Paitana kecamatan Turatea Jeneponto, Sulawesi Selatan  umumnya mereka  merasa kecewa dengan kualitas beras raskin yang mereka terima.

Beras raskin yang disalurkan gudang bulog Jeneponto, Sulawesi Selatan tersebut melalui devisi regional Bulukumba Sulawesi Selatan kepada sejumlah warga miskin selaku penerima beras raskin. Dinilai tidak layak konsumsi bagi manusia karena beras raskin yang mereka terima rusak, berwarna hitam, berjamur dan berkutu serta berbau saat dimasak dan terasa pahit saat dimakan oleh warga. sebanyak 150 karung beras raskin yang disalurkan ke 262 kepala keluarga penerima beras raskin di dusun Sunggumanai Utara desa Paitana kecamatan Turatea Tersebut Rusak  dan tak layak untuk dikonsumsi manusia, beras tersebut hanya cocok untuk dijadikan pakan ternak, karena jika dimakan manusia justru akan mendatangkan penyakit.” Beras raskin ini rusak dan tak layak dikonsumsi, ada sekitar 95 persen yang rusak, beras ini cocok buat pakan ternak”. Jelas kepala dusun sunggumanai utara Baso Libu.

Baso libu juga menambahkan penyaluran beras raskin dengan mutu dan kualitas buruk seperti ini sudah lama terjadi.” Iye, kualitas beras seperti ini sudah lama terjadi, bahkan setiap kali penyaluran pasti lebih banyak yang rusak karena berwarna hitam, berbau dan juga berkutu, kasihan masyarakat kalau terus diberikan beras raski yang tak layak.” Imbuh Baso Libu.

Beberapa warga miskin selaku penerima beras raskin  mengaku,  beras raskin yang mereka terima  tersebut  rencanya akan digunakan untuk membayar zakat fitra. Namun karena kualitas berasnya tak layak konsumsi terpaksa sebagian warga menjadikannya sebagai pakan ternak ayam dan sebagian warga menjual beras raskin tersebut untuk membeli kembali beras yang bagus untuk dijadikan sebagai pembayaran zakat fitra.” Dari pada tidak bisa dimakan lebih baik kita jadikan pakan ternak ayam, karena jika saya makan berasnya bisa-bisa saya sakit, dan tidak ada uang untuk berobat.” Jelas Suriani warga dusun Sunggumanai  desa Paitana.

Sunggu ironi penyaluran beras raskin yang dilakukan bulog Jeneponto, Sulawesi Selatan, tersebut melalui devisi regional bulog Bulukumba,Ssulawesi-Selatan  setiap hari diawasi oleh aparat  TNI dari kodim 1425 Jeneponto. Namun pada kenyataannya beras raskin dengan kualitas buruk dan tak layak konsumsi masih saja terjadi dan beredar di masyarakat yang justru akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi.

Dengan terbongkarnya modus penyaluran beras raskin dengan kualitas tak wajar tersebut, warga berharap agar pihak terkait memberikan sanksi kepada Bulog Jeneponto, agar penyaluran beras raskin dimasa yang akan datang jauh lebih baik.

Baca Juga :

Akibat Cuara Buruk, Harga Ikan Dipasar Tradisional Jeneponto Terus Menanjak

Kehabisan Stok AKP Jamaluddin Mengaku Hanya Menerima Dua Karung Gula Pasir

Pasar Murah Sepi, Warga Mengaku Tidak Tau

Berkomentar dengan bijak!