Temukan Kami di Sini:

Warga Arungkeke Jeneponto Temukan Granat Nanas, Ini Ceritanya

0
Warga Arungkeke Jeneponto Temukan Granat Nanas, Ini Ceritanya
Warga Arungkeke Jeneponto Temukan Granat Nanas, Ini Ceritanya

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Sebuah granat nanas ditemukan hebohkan warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penemuan granat nanas itu berlokasi di Dusun Pattiroang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke.

Salah seorang personel Polsek Arungkeke, Polres Jeneponto, Herman mengatakan, granat nanas pertamakali ditemukan oleh warga bernama Saipul (47).

BACA JUGA : UPDATE: 60 Mahasiswa KKN Unhas di Jeneponto Terkonfirmasi Positif

Saipul menemukan granat itu pada Jumat (2/7/2021) usai salat Magrib.

“Iya benar,” singkat Herman Jeneponto. Sabtu (3/7/2021).

Awal penemuan granat itu kata Herman, Saipul tengah menggali pondasi rumah milik Bonyo, lokasinya tepat di samping salah satu masjid.

BACA JUGA : Jeneponto “Kecolongan”, Kluster KKN Unhas 60 Mahasiswa Dinyatakan Positif Covid-19

Saat menggali, granat nanas itu ditemukan di kedalaman 30 cm dengan kondisi terkubur di tanah.

Kendati demikian, dirinya tak menaruh curiga jika benda yang ditemukan itu adalah benda peledak atau granat. Granat itu kemudian ia lempar ke belakang sawah.

BACA JUGA : Kluster KKN, Lima Mahasiswa Unhas di Jeneponto Terkonfirmasi Covid-19

“Di samping masjid Pattiroang, kan orang gali pondasi rumah. Dia temukan itu tadi. Dia kira apa dilempar ke belakang rumah,” jelasnya.

Atas temuan ini, salah satu warga kemudian melaporkan kepada Polsek Arungkeke dan langsung membawanya.

| VIDEO NEWS 60 MAHASISWA KKN UNHAS COVID-19 :

“Waktu habis Isyah warga melaporkan bahwasahnya ada semacam benda yang mencurigakan,” ungkapnya.

Berbekal laporan itu, polisi kemudian mendatangi lokasi penemuan tersebut. Alhasil satu granat nanas kembali lagi ditemukan.

BACA JUGA : Memukau, Ini Lirik Lagu Raissa Anggiani – Aku Kamu Yang Lain

“Kita lihat ke sana telusuri kan, barang satu ada disini (Polsek-red). Di sana masih ada lagi ditemukan tapi sudah bolong pantatnya,” ucapnya.

Sedangkan kondisi granat yang ditemukan terakhir sudah karatan. Kondisinya masih dalam keadaan utuh.

Ia mengaku tak bisa memastikan apakah granat itu masih aktif atau tidak.

“Itu granat sudah karatan kan dua, yang satunya itu sudah bolong pantatnya. Yang satu kita tidak bisa pastikan bahwasahnya aktif atau tidak, tapi kita harus hati-hati karena masih ada sumbuhnya,” pintanya.

BACA JUGA : Dibantu Warga, Prajurit Satgas TMMD Selayar Lakukan Pengerasan Jalan 3,2 Km

Hingga kini, kata dia, pihaknya sudah membawa granat itu ke Mapolres Jeneponto.

“Jadi kita cepat-cepat turun bawa ke Polres,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!