Temukan Kami di Sini:

Viral, Warga di Bangkala Jeneponto Adu Mulut dengan Petugas Kesehatan, Ini Penyebabnya!

0
Viral, Warga di Bangkala Jeneponto Adu Mulut dengan Petugas Kesehatan, Ini Penyebabnya!
Viral, Warga di Bangkala Jeneponto Adu Mulut dengan Petugas Kesehatan, Ini Penyebabnya!

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Viral di jejaring media sosial platform Facebook dan WhatsApp, warga di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan bersikeras menolak untuk dilakukan tracking oleh petugas kesehatan.

Didalam video yang viral itu, tampak warga tengah beradu mulut dengan sejumlah petugas kesehatan serta  petugas keamanan.

Tak hanya itu, mereka bahkan mengusir para petugas yang menyambanginya. Sikap para petugas akhirnya mengurungkan niat untuk membatalkan pemeriksaan.

BACA JUGA : Warga Enrekang Sulsel Perintah Selingkuhan Bunuh Suami di Papua

Peristiwa itu diketahui terjadi di Dusun Batuleleng, Desa Mallassoro, Kecamatan Bangkala.

Kejadian ini disebabkan lantaran ada salah seorang warga di Jeneponto yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Suryanigrat membenarkan perihal pengusiran tersebut.

BACA JUGA : Ternyata Almarhuma Artis Jane Shalimar Pernah Jadi Bintang Film Uang Panai Maha(R)L

“Iya benar, kejadiannya hari Kamis lalu, tanggal 1 juli,” jelasnya membenarkan. Selasa (6/7/2021)

Dia menyebut, warga yang beradu mulut ini terjadi saat tenaga medis dari Puskesmas Bangkala ingin melakukan trakcing kontak setelah satu orang dinyatakan positif covid-19.

“Trakcing kontak, ada yang positif di situ,” singkatnya.

Namun, pihak keluarga bersikukuh dan warga setempat menolak untuk dilakukan swab.

BACA JUGA : Astaga! 20 TKA Tiongkok Tiba di Sulsel Tak Kantongi Izin Kerja

Mereka berdalih bahwa pasien yang disebut terpapar itu tidak berkaitan dengan kontak langsung oleh yang bersangkutan.

Bahkan, kata dia, pasien itu masuk ke rumah sakit karena mengalami patah tulang. Namun, pasien itu menjalani swab dan hasilnya positif.

“Keluarganya menolak. Bukan covid-19 tapi patah tulang dia masuk di rumah sakit. Dia positif berdasarkan hasil swab,” pungkasnya.

Sementara itu,  Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar langsung menanggapi hal tersebut, ia menyayangkan warganya lantaran menolak untuk dilakukan swab.

BACA JUGA : Dulu Tak Dilirik, Sekarang Kampung Tola-Bitombang Selayar Kendaraan Berlalu-lalang

“Kami sangat menyayangkan sikap para warga yang menolak untuk diperiksa. Selain membahayakan diri dan keluarga. Pengusiran ini juga  membuat potensi penularan bisa terjadi jika ada warga  yang positif, namun tidak terdeteksi oleh petugas,” pungkas Bupati dua periode itu. (*)

Berkomentar dengan bijak!