VIDIO : Setelah Burhanuddin, Beberapa Anggota Dewan Bakal Nyusul

0

Aiman/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Pasca penahanan dua tersangka anggota DPRD Jeneponto, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu oleh Kejaksaan Tingggi (Kejati) sulselbar terkait dugaan korupsi proyek dana aspirasi tahun anggaran 2012 sebesar 23 milyar rupiah. Senin (08/08/2016)

Hal ini mempengaruhi kinerja di DPRD Jeneponto terutama dalam pembahasan anggaran, karena salah satu dari tersangka adalah ketua badan legislasi anggaran (baleg).  

Pasca ditahannya Andi Mappatunru dan Burhanuddin anggota DPRD Jeneponto  beberapa waktu lalu, setelah mereka menjalani pemeriksaan diruang penyidik tindak pidana khusus kejaksaan tinggi Sulselbar di Makassar

Dalam kasus korupsi proyek dana aspirasi tersebut, menyeret beberapa nama mantan anggota DPRD Jeneponto priode 2009-2014 dan juga beberapa anggota dewan masih aktif.

Kasus dugaan korupsi dana aspirasi ini, diduga melibatkan 29 mantan anggota dewan termasuk 11 anggota DPRD yang terpilih kembali pada pemilihan perode 2014-2019.  Serta beberapa kepala SKPD.

Baca : Kejati Sulsel Periksa Bupati Jeneponto “Dana Aspirasi Jilid II”

Tak hanya itu, bupati Jeneponto Iksan Iskandar yang saat itu menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) selaku ketua tim anggaran pemerintah daerah, ia sudah sudah kedua kalinya menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Makassar beberapa pekan lalu,   

Kejati Sulselbar, sudah menahan lima orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek dana aspirasi ini,  dua diantaranya mantan anggota DPRD, yakni Samsuddin Samad Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), dan Alamsa Mahadi Kulle Fraksi Partai Demokrat.

Serta, dua anggota DPRD aktif.  yakni Andi Mappatunru Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB) dan Burhanuddin Fraksi Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta seorang staf Pegawai Negeri Sipil dikantor dinas PU Jeneponto bernama Adnan yang diduga telah memalsukan dokumen proyek dana aspirasi itu.

Baca Juga  :

Sejumlah Proyek APBN Terancam Dihentikan, Terkait Pemangkasan Anggaran Tahap Dua

Anggaran APBN 2016 Kembali Dipangkas, Senilai Rp 133,8 Triliun

Gaptek, 40 Anggota DPRD Jeneponto Tak Mampu Fungsikan Laptop

Berkomentar dengan bijak!