VIDIO : Kunjungan Kerja, Kapolda Sulsel Disambut Badik Terhunus

0

Bahar/Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Dalam kunjungan kerja Kapolda Sulawesi selatan Irjen Pol Drs Pudji Hartanto bersama rombongan, diterima dengan acara adat ritual sakral yang di sebut angngaru’ di kabupaten Jeneponto. Jumat (11/03).

Angngaru’ merupakan ritual khusus yang juga merupakan ikrar atau sumpah setia kepada Rajanya. Angngaru’ ini berasal dari kata Aru’ yang diartikan bahasa Indonesia berarti melakukan “amuk”. Akan tetapi jika, kita melihat esensi dari arti Angngaru’ atau Aru’ itu sendiri, maka kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa arti dari Angngaru’ atau Aru’ adalah sebuah ikrar atau janji setia yang dilakukan oleh seorang to barani (prajurit atau panglima perang) dihadapan Rajanya atau pemimpinnya.

Angngaru’ atau aru’ ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesetian bawahan terhadap pimpinannya. Angngaru’ atau Aru’ sendiri jika diartikan secara lengkap dalam bahasa Indonesia adalah seorang To Barani (bahasa Makassar prajurit pemberani) mencabut badiknya sambil menyairkan dengan garang syair-syair sakral Angngaru’ dihadapan sang Pemimpin atau Raja, To Barani yang sedang melakukan ritual adat yang sakral ini konon katanya tidak mempan oleh besi. Orang yang melakukan ritual ini bahkan menusukkan badik (senjata tajam khas Makassar) ke leher atau tubuh mereka, namun badik yang tajam itu tidak dapat melukai sang To barani sedikit pun. Ritual Angngaru’ atau Aru’ ini diiringi dengan irama ganrang tunrung pakanjara’ (gendang tabuh amuk).

Di bawah ini Anda bisa melihat video ritual Angngaru’ ketika menyabut kedatangan Kapolda Sulsel bersama rombongan di Mapolres Jeneponto.

Berkomentar dengan bijak!