Penjelasan BMKG Sulsel

Terkait dengan video fenomena alam yang memperlihatkan matahari terbit dari Utara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gofisika wilayah IV Sulawesi Selatan angkat bicara.

Melalui, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG WILAYAH IV – Makassar, Hanafi Hamzah menjelaskan bahwa kejadian itu adalah hal yang wajar.

“Terkait fenomena seakan akan matahari terbit dari arah Utara itu mungkin kesalahan parallaks atau salah pandang,” ucapnya dikonfirmasi Wartawan. Kamis (17/6/2021).

Sebagai refrensi, Paralaks sering didefinisikan sebagai “pergerakan yang tampak” dari sebuah objek terhadap latar belakang yang jauh akibat pergeseran perspektif.

Dengan peristiwa ini, pihaknya mengaku, bahwa di wilayah Kota Makassar, matahari terlihat dengan normal terbit dari Timur.

Fenomen ini juga berpatokan dengan garis edar matahari pada periode Juni yang juga saat ini ada di Belahan Bumi Utara (BBU) dari garis Khatulistiwa.

“Di Makassar terbit matahari normal dari arah timur & memang harus kita tahu bahwa garis edar matahari pada periode Juni memang ada di BBU. Kalo dari garis khatulistiwa sekitar 22.5 derajat Utara khatulistiwa,” terangnya.

Sementara dalam video yang beredar itu jadi perbincangan karena belum ada penjelasan dari BMKG sebelumnya. Meski demikian, Hanafi Hamzah menegaskan, matahari yang mengitari Bumi hanyalah satu, tak ada matahari.

“Matahari itu cuma 1 tidak mungkin di tempat lain melihat terbit dari Utara, yang ada terbit dari timur. Namun, (Fenomena ini, red) seakan akan dari Utara akibat posisi bumi terhadap matahari begitu,” tambahnya.

Saat ditanyakan soal fenomena yang aneh itu, kata dia, tak ada wilayah lain yang menyaksikan itu.

“Puncak dari titik kulminasi garis edar matahari di BBU 23 Juni. Setelah itu kembali bergeser ke selatan & sejajar equator 22 September. Sampai saat ini tidak ada wilayah lain yang menyaksikan, semuanya normal-normal saja,” jelas Hanafi.

Kendati demikian, tak ada dampak yang timbul dengan peristiwa ini, hanya saja, beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau.

“Beberapa wilayah Indonesia masuk puncak musim kemarau,” tukas Hanafi.

Pihaknya berharap, kejadian seperti itu, diminta warga agar tidak panik dan keliru.

“Saya harap masyarakat tetap mencari informasi valid, dan tidak perlu khawatir dan panik,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!