Mahasiswa menggelar aksi penolakan RUU Omnibus Law Ciptaker di gedung DPRD Jeneponto.

Mahasiswa membakar sejumlah reklame, spanduk, keranda dan ban bekas.

Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta agar 40 anggota dewan menyetujui petisi penolakan.

Bahkan mahasiswa dari berbagai aliansi ini, turun ke jalan mengatasnamakan Gejolak (Gerakan Jeneponto Menolak Omnibus Law).

Aktivis mahasiswa, selain orasi di Simpang tiga. Mereka juga di Gedung DPRD Kabupaten Jeneponto.

Aksi itu dilakukan karena tidak semua anggota dewan hadir menemui mahasiswa.

Mahasiswa, kata dia, memprotes sikap DPR RI dan pemerintah yang mengesahkan UU Cipta kerja.

Berkomentar dengan bijak!