SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Pada awal Maret 2019 lalu terjadi kasus pengrusakan pipa pamsimas di dusun Sunggumanai Desa Ujungbulu Kecamatan Rumbia, Jeneponto.

Pengrusakan pipa proyek milik pemerintah tersebut diduga dirusak oleh sekelompok orang tak bertanggungjawab.

Atas kejadian itu, Harun selaku penanggunjawab pengerjaan proyek Pamsimas tersebut, ditemani Mansyur Kepala Desa Ujungbulu.

BACA JUGA : Pengedar dan Bandar Sabu di Gowa Digulung Polisi

langsung melaporkan peristiwa pengrusakan itu ke Mapolsek Kelara. Namun, kasus tersebut mandek selama kurang lebih dua tahun.

Karena perkara itu diabaikan dan tidak ditangani secara profesional di Polsek Kelara. Pelapor akhirnya mengadukan kasus pengrusakan pipa tersebut ke Kapolres Jeneponto AKBP Yudha Kesit Dwijayanto.

Dihadapan Kapolres, pelapor meminta kasus itu dilimpahkan penyidikannya ke penyidik Polres Jeneponto dan meminta Kapolsek Kelara Iptu Bakri dievaluasi.

BACA JUGA : Fokus Benahi Pupuk Bersubsidi, RG: Ketahana Pangan Adalah Kekuatan Kita

Pelapor sengaja mengadukan langsung kasus itu ke Kapolres Jeneponto karena ingin membuktikan, apakah hukum itu masih ada atau tidak. Ternyata hukum itu mampu dibuktikan di Polres Jeneponto.

“Kita mengadu ke Kapolres Jeneponto, karena tak puas dengan pelayanan di Polsek Kelara, kita ini hanya ingin membuktikan apakah hukum itu masih ada atau tidak. Ternyata, hukum itu masih ada, dan itu mampu dibuktikan penyidik Polres Jeneponto dengan menetapkan dua orang tersangka yakni Mappa dan Halim” ungkap Mansyur Kades Ujungbulu.

Berkomentar dengan bijak!