Temukan Kami di Sini:

Upaya Kuasa Hukum Mardani Minta Penyidik Tahanan Ditangguhkan Karena Alasan Ini

0
Upaya Kuasa Hukum Mardani Minta Kliennya Penahanan Ditangguhkan, Karena Ini!
FOTO: Tim kuasa hukum tersangka, Mardani usai mendampingi kliennya di ruang penyidik Sat Reskrim Mapolres Gowa. [SUARATURATEA.COM/IBNU GAFFAR]

SUARATURATEA.COM, GOWA – Berbuntut panjang, kasus dugaan penganiayaan eks sekretaris Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan telah ditetapkan sebagai tersangka, tim kuasa hukum melayangkan surat agar masa tahanan kliennya ditangguhkan.

Kendati demikian, kepada Penyidik, Ketua Tim Kuasa Hukum tersangka, Shyafril Hamzah meminta masa tahanan Mardani bisa ditangguhkan.

Diketahui, Mardani secara resmi polisi telah melakukan penahana pada 18 Juli 2021 kemarin.

BACA JUGA: Kasus Penamparan, Amriana Kembali Diperiksa Polisi Usai Kolaps di SPKT Polres Gowa

Alasan penangguhan masa tahanan itu, disebut saat ini masih memiliki anak yang butuh kasih sayang orang tua.

“Karena masih punya anak yang butuh kasih sayang, tidak mengulangi perbuatannya, dan tidak melarikan diri. Termasuk karena dia sebagai ASN,” kata Syafril, Kamis (22/7/2021).

Syafril berharap, penyidik Satreskrim Polres Gowa bisa mengabulkan permintaan kliennya untuk menjalani penangguhan tahanan.

BACA JUGA: Ternyata Ini Pemicu Awal yang Diakui Satpol PP Gowa Hingga Menampar Pemilik Warkop

Selain itu, pihaknya menjamin Mardani tidak akan kabur dan siap memenuhi panggilan penyidik jika sewaktu-waktu diperlukan, saat permintaan masa tahanan itu ditangguhkan dipenuhi.

Diberitakan sebelumnya, Mardani resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Gowa pada Jumat (16/7/2021) lalu.

Dia ditetapkan tersangka setelah penyidik memiliki dua alat bukti atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Mardani terhadap Ivan dan istrinya, Riyana saat operasi PPKM Rabu (14/7/2021) lalu.

BACA JUGA: Kepada Penyidik Polres Gowa, Mardani Hamdan Beri Keterangan Karena Ada Lemparan Botol

Atas perbuatan Mardani, penyidik menjeratnya dengan pasal penganiayaan ringan, yakni Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Selain itu, Mardani juga secara resmi telah dinonaktifkan dan dicopot sebagai Sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (**)

Berkomentar dengan bijak!