Temukan Kami di Sini:

Undur Umumkan Pemenang, Oknum ULP Jeneponto Diduga Menunggu Setoran Tertinggi

0
Ilustrasi. ULP Jeneponto Diduga Kuat Menunggu Setoran Tertinggi

Krg Lomba / Jurnalis

TURATEANEWS.com JENEPONTO–Proses lelang proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mulai membuat kontraktor dan konsultan pengawasan jengkel. Pasalnya, kelompok-kelompok  kerja (Pokja) di ULP sudah beberapa kali mengundurkan jadwal pengumuman pemenang lelang dan diduga ada permainan oknum terselubung.

“Kebijakan ULP yang menunda-nunda pengumuman pemenang sudah keterlaluan. Apa mereka masih mencari siapa yang setorannya lebih besar,” kata kontraktor dan Konsultan Pengawas Bachtiar kepada media ini, Sabtu siang 17 September,

Dia menilai, kebijakan Ketua ULP, Nasaruddin Daeng Nombo mengundur pengumuman pemenang lelang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. Pemerintah selalu menekankan agar ULP secepatnya melelang proyek yang sudah masuk, agar penyerapan anggaran bisa berjalan. Bukan mengulur-ulur waktu untuk menentukan pemenang yang sudah diarahkan atau menyetor uang puluhan juta dengan membayar kedepan. 

Seperti lelang pengawasan jalan, mulai paket satu sampai paket 13 dan pengawasan jalan DAK IPD. Evaluasi penawaran, Evaluasi Dokumen Kualifikasi dan Pembuktian Kualifikasi telah dua kali diundur waktunya. Mulai tanggal 09 sampai 13 September, dan tanggal 09 sampai  19 September.

Diundurnya waktu selama dua kali, sudah ada celah kecurangan yang dilakukan ULP Jeneponto, dalam menetapkan calon pemenang konsultan pengawasan jalan yang terbagi dalam 13 paket pekerjaan. Untuk melengkapi berkas dokumen yang kurang lengkap menjadi lengkap, agar rekanan konsultan pengawasan jalan yang sudah menyetor uang atau diarahkan bisa dimenangkan dalam persaingan yang tidak sehat di ULP Jeneponto. 

Anehnya menurut dia, setiap perusahaan yang diundang selalu tawaran yang tertinggi bukan terendah, dan setiap pembuktian selalu tak transparan alias ” bekonop”, sementara pihak pemilik perusahaan selalu diberi iming-iming bahkan pihak Pokja yang menangani Paket tersebut tak jarang meminta fee didepan, demikian ungkap Bachtiar. 

Dia  juga menyesalkan, atas perlakuan Kepala ULP Jeneponto yang selalu tidak ada ditempat, bahkan tidak jarang dia ingin menghadap Ka. ULP selalu tidak ngantor, atas hal ini menurut Bachtiar  Ka ULP Jeneponto harus diberhentikan atau di ganti, karena jika tidak, kedepan ULP Jeneponto akan menjadi ajang kecurangan yang menyebabkan seluruh pengusaha yang dianggap dekat atau pandai bermain mata selalu dimenangkan dalam proses tender atau lelang, katanya. 

Dalam proses lelang di ULP Jeneponto, kata dia, diduga kuat ketua ULP Jeneponto Nasaruddin Daeng Nombo ikut tender dengan cara memasukkan penawaran secara sembunyi-sembunyi dengan meminjam perusahaan dari luar daerah ini. “Kuat dugaan Ketua ULP ikut meretender proyek yang dikejarnya,” ujar Bachtiar. 

Sementara itu, Ketua ULP Jeneponto Nasaruddin Daeng Nombo yang coba dikonfirmasi melalui telepon seluler 08124171XXXX terkait kebijakannya menunda-nunda pengumuman pemenang lelang, telponnya tak aktif.  

Ketika disambanginya di kantornya di Bagian Pembangunan Pemda Jeneponto, yang bersangkutan jarang masuk. “Bos Nasaruddin  (Nombo red) tak masuk pak.  Bapak (Nombo ) semenjak jadi calo perusahaan untuk dimenangkan jarang masuk. Diduga kuat ketua ULP terlibat dalam permainan seranjang dengan kontraktor yang dia janjikan untuk dimenangkan.  (***) 

Baca Juga :

SBU Tidak Diregistrasi, ULP Kembali Bersekongkol Menangkan PT Gunung Raya Bulukumba

Belum Dibayar, Warga Tolak Pembebasan Lahan Jalan Lingkar

Berkomentar dengan bijak!