Ubah UU Narkoba, Jumlah Eksekusi Mati di Arab Saudi Berkurang Drastis

0
Ubah UU Narkoba, Jumlah Eksekusi Mati di Arab Saudi Berkurang Drastis
Ilustrasi | Pixabay | qimono

SUARATURATEA.COM – Komisi Hak Asasi Manusia pemerintah Kerajaan Arab Saudi (HRC) pada hari Senin (18/01) mengatakan bahwa mereka mendokumentasikan adanya 27 eksekusi mati sepanjang tahun 2020.

Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan angka eksekusi tahun sebelumnya yang mencapai 184 eksekusi – angka tertinggi sepanjang masa seperti yang didokumentasikan oleh organisasi Amnesty International dan Human Rights Watch.

Ini berarti jumlah orang yang dihukum mati pada tahun lalu berkurang sebanyak 85 persen dibandingkan dengan 2019.

BACA JUGA : Data Baru, 73 Meninggal Dunia, 27.850 Orang Mengungsi, 554 Terluka Akibat Gempa Sulbar

“Penurunan tajam itu sebagian karena moratorium hukuman mati untuk pelanggaran terkait narkoba,” ungkap HRC.

Komisi tersebut mengatakan undang-undang baru yang memerintahkan penghentian eksekusi tersebut mulai berlaku sekitar tahun lalu.

TONTON VIDEO BLACK BOX:

Namun arahan baru untuk para hakim ini tampaknya tidak dipublikasikan secara terbuka dan tidak jelas apakah undang-undang tersebut diubah oleh dekrit kerajaan, seperti yang lumrah terjadi di sana.

BACA JUGA : 20 Ribu Jiwa Terdampak, 6.346 Unit Rumah Terendam Banjir di Kalimantan Selatan

Kantor berita AP sebelumnya melaporkan bahwa Arab Saudi tahun lalu juga memerintahkan diakhirinya hukuman mati untuk kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur dan memerintahkan hakim untuk mengakhiri praktik kontroversial cambuk di hadapan publik, dan menggantikannya dengan hukuman penjara, denda, atau layanan masyarakat.

Orang yang disebut berada di balik perubahan ini adalah Putra Mahkota Arab Saudi berusia 34 tahun Mohammed bin Salman, yang mendapat dukungan dari ayahnya, Raja Salman.

BACA JUGA : Banjir di Manado Sulawesi Utara Telan 6 Orang Jiwa

Dalam upayanya memodernisasi negara, menarik investasi asing, dan mengubah ekonomi, pangeran mahkota telah mempelopori berbagai reformasi yang membatasi kekuatan Wahabi yang ultrakonservatif, yang menganut interpretasi ketat atas Islam dan masih dipraktikkan oleh banyak orang Saudi.

Selanjutnya…
Tergantung interpretasi hakim [DW]…


Editor    : Reza Demil
Sumber : DW

Berkomentar dengan bijak!