Tunggakan Pajak Bermotor Mencapai Rp 5 Miliar, Samsat Jeneponto Merazia Kendaraan

0
Satuan Lalulintas dan Samsat Jeneponto melakukan Razia pajak kendaraan bermotor di jalan Poros Bontosunggu

Kr Tawang/Jurnalis

TURATEENEWS.com JENEPONTO–Unit pelayanan teknis daerah (UPTD) Samsat Jeneponto nampaknya harus bekerja keras untuk mengejar target penerimaan daerah, khsusunya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Pasalnya, saat ini tunggakan dari pajak kendaraan ini masih tergolong besar, mencapai Rp 5 miliar, dari target Rp  7 miliar tahun 2015 lalu.  

Petugas Samsat Jeneponto bersama satuan lalulintas polres setempat merazia puluhan kendaraan yang belum membayar pajak  kendaraannya. Semua kendaraan bermotor dari arah poros jalan utara dan selatan Jeneponto. Semua pengedara oleh petugas diminta memperlihatkan STNK-nya. Jika ketahuan belum bayar pajak oleh petugas diminta membuat surat pernyataan siap membayar pajak/ atau dianjurkan membayar loket pembayaran Samsat Jeneponto. 

Tingginya angka tunggakan pajak kendaraan tahun 2015 lalu, disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat membayar kewajiban pajaknya dalam menggunakan kendaraan. Selain rendahnya kesadaran masyarakat, pihak Samsat Jeneponto belum melakukan sosialisasi terkait tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor. 

Kepala UPTD Samsat Jeneponto, Sofyan Naba menyebutkan,  tunggakan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Jeneponto/ pada tahun 2015 lalu// senilai lima miliar rupiah lebih/ dari target Rp 7,8 miliar. Namun yang terealisasi hanya Rp 2,3 miliar.   

Sedangkan untuk tahun 2016 ini, kata dia, samsat Jeneponto diberikan target pajak kendaraan dari dinas pendapatan daerah provinsi sulsel, sebesar Rp 11.345 miliar. Namun sampai triwulan pertama ini, pencapaian pajak kendaraan masih rendah. 

Dia menambahkan, rata -rata tunggakan pada 2015 lalu, adalah kendaraan plat merah milik pemerintah daerah, senilai Rp 400 juta. Namun diakhir tahun 2015 pemkab Jeneponto terpaksa membayar utang tunggakannya. Hanya saja, kata dia sesuai data PDE Samsat, sisa 30 unit mobil dinas milik Pemkab Jeneponto yang menunggak pajaknya.  

Lanjut dia katakan, dari hasil pajak kendaraan yang kita dapatkan ada sharing bagi hasil dari pemerintah provinsi sulawesi selatan ke pemkab Jeneponto. Bagi hasilnya 30 persen pemda Jeneponto dan 70 persen pemerintah provinsi. 

Bagi hasil yang sudah kita serahkan ke pemkab Jeneponto,  sebesar Rp 10 miliar. Khusus Samsat Jeneponto mengelola empat jenis pajak. Yakni pajak pengesahan kendaraan, pajak kendaraan baru, pajak air permukaan, pajak bahan bakar dan pajak rokok,  kata sofyan Naba.

Baca Juga  :

KAP 9 Minta Kejari Serius & terbuka Usut Korupsi RSUD Jeneponto

17.502 Warga Jeneponto Akan Nikmati KIS

Mulyadi Mustamu, Kunjungi Korban Kebakaran di Balangloe

Investigasi : Skandal Terminal Karisa Jeneponto (2)

Berkomentar dengan bijak!