Temukan Kami di Sini:

Terungkap Pencabulan Bocah 13 Tahun di Jeneponto, Ternyata Modus ‘Beli Pampers’

Peristiwa pencabulan kembali terjadi di Wilayah hukum Polres Jeneponto. Korbannya adalah seorang wanita berusia 13 tahun, sebut saja Bunga.

0
Terungkap Pencabulan Bocah 13 Tahun di Jeneponto, Ternyata Modus 'Beli Pampers'
Wanita dengan tangan di depan wajahnya berkata "tidak". [Foto: iStockphoto.com/gangliu10]

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Peristiwa pencabulan kembali terjadi di Wilayah hukum Polres Jeneponto, korbannya adalah seorang wanita bocah berusia 13 tahun, sebut saja Bunga.

Pencabulan bocah berusia 13 tahun itu ternyata dilakukan oleh AL di Jeneponto. AL merupakan sepupu dari Bunga.

Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jeneponto, Ipda Uji Mughni menjelaskan kronologis kejadian singkat itu bermula saat korban hendak akan membeli pampers.

BACA JUGA : Tega! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Digauli Sepupu Sendiri

AL mendatangi kediaman Bunga dengan maksud untuk meminta agar dirinya ditemani membeli pempers.

“Awalnya¬†korban dijemput di kediamannya oleh pelaku. Alhasil korban pun meminta pamit kepada sang nenek untuk membeli popok,” kata Uji di Jeneponto. Sabtu (19/6/2021).

Namun saat meminta izin, sang nenek lantas tidak memberikan izin untuk pamit menemani AL membeli pampers. Tak berhenti disitu, Al yang mendengar percakapan itu akhirnya ia membujuk sang nenek agar cucunya ini bisa bersamanya.

BACA JUGA : Bejat! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Jadi Korban Pemerkosaan

“Namun, saat itu nenek korban menolak permintaan korban untuk menemani pelaku. Setelah itu, korban pun membujuk sang nenek agar menemani pelaku hingga akhirnya diizinkan,” terangnya.

Al dan Bunga meninggalkan rumah setelah diberi izin. Nahasnya, setelah membeli pampers, Bunga justru dibawa ke salah satu tempat atau semak-semak, disana pelaku langsung melancarkan aksi pencabulannya.

“Tapi saat korban sudah membeli popok, pelaku malah membawa korban ke sebuah semak-semak lalu melakukan aksi bejatnya,” tambah Uji.

BACA JUGA : Bejat, Kepala Sekolah di Toraja Utara Tega Mencabuli Tiga Orang Siswinya

Setelah pelaku melakukan aksi bejatnya, kata Uji, korban akhirnya dipulangkan kekediamannya.

“Saat pelaku sudah melakukan aksi bejatnya. Pelaku langsung mengantar korban ke kediamannya dan langsung tancap gas tanpa menemani korban naik ke rumahnya,” terangnya.

Kasus ini terbongkar ketika Bunga menangis histeris saat tiba dirumahnya. Mendengar tangisan itu, keluarga lantas mempertanyakan permasalahan apa yang dialami Bunga.

“Setelah itu korban langsung merintih kesakitan hingga akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada sang nenek,” ungkapnya.

Berkomentar dengan bijak!