Terungkap Kronologis Pembunuhan di Polut Takalar, Gegara Warisan Keluarga

0
Terungkap Kronologis Pembunuhan di Polut Takalar, Gegara Warisan Keluarga
Foto: Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto saat menginterogasi pelaku pembunuhan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. [Ibnu Gaffar/Suaraturatea.com]

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – Jajaran kepolisian resort (Polres) Takalar melakukan penahanan terhadap pelaku pembunuhan di Lingkungan Bontobaddo, Kelurahan Malewang, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut).

Pelaku yang ditangkap ini diketahui beridentitas AL alias daeng Nasa (51).

Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto mengatakan, bahwa pelaku telah membunuh korban bernama LS alias dg Sewang (67) tahun pada tanggal 20 maret 2021 lalu.

BACA JUGA : BRAKING NEWS: Bersimbah Darah, Pria di Takalar Ditemukan Tewas
BACA JUGA : Ini Identitas Korban Pria yang Tewas Bersimbah Darah di Takalar

“Saat itu sedang renovasi rumah, karena ini masih berkaitan dengan ada pembagian waris, yang dimana pelaku mengklaim bahwa rumah itu nanti akan jatuh ke tangan pelaku,” kata Kapolres. Kamis (8/4/2021).

Korban meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam. Awal mula kejadian itu, ketika salah satu keponakan pelaku memberitahukan bahwa rumah yang dimaksud akan jadi miliknya dan saat ini tengah dilakukan renovasi.

“Mendengar Hal tersebut pelaku kemudian datang dengan maksud menghentikan, tetapi korban tidak dapat menerima sehingga melemparkan sebuah linggis dan Martil namum pelaku menghindar,” terang Beny.

BACA JUGA : Soal Rumah Warga Takalar Dibakar Massa, Ini Kata Camat Polut
BACA JUGA : Masih Ingat Pembunuhan Bos Coto di Gowa? Sudah 1 Tahun Pelaku Belum Terungkap

Kemudian, jelas Ajun Komisaris Besa Polisi itu, pelaku langsung mencabut sebilah badik yang telah dibawa pelaku.

Saat itu juga terjadi pertikaian dan melakukan pembunuhan terhadap daeng Sewang yang diklaim polisi bahwa, pelaku melakukan penusukan dibeberapa bagian tubuh korban.

“Luka tusuk dibagian dada bawah sebelah kiri, kemudian perut tengah bagian atas. Ketika mengalami luka tusuk, korban saat itu berusaha lari melalui pintu belakang namun terkunci. Pelaku yang gelap mata kemudian kembali melakukan penusukan di bagian dada dan leher korban,” ujar mantan Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus Polda Bali itu.

BACA JUGA : Bunuh Selingkuhan Istri, PN Takalar Vonis Mandra 12 Tahun Penjara
BACA JUGA : Pemkab Takalar Peringati Hari Kesaktian Pancasila Bupati Takalar Irup

Dalam peristiwa pembunuhan tersebut, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Korban saat itu meninggal dunia di tempat Kejadian perkara (TKP).

Sementara, pelaku L alias Daeng Nasa mengaku dirinya saat itu melakukan pembunuhan karena meminta korban untuk menghentikan pekerjaannya.

“Saya suruh berhenti kerja, tapi dia langsung linggis saya pak. Kemudian saya tusuk pake Badik,” kata pelaku.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan korban memiliki hubungan keluarga, dan pembunuhan tersebut terkait masalah warisan.

BACA JUGA : Kapolres Tak Digubris, Wakapolda Tenangkan Warga
BACA JUGA : Dilarang BAK di Kamar Panti Jompo, Kakek di Gowa Tewas Dihantam Batu Bata

“Sudah dihibahkan kepada saya pak, jadi saya tiga bersaudara berhak. Jadi tidak ada haknya ini yang saya bunuh pak,” pungkas pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku L alias Daeng Nasa disangkakan dengan pasal 340 subsider 338 subsider 351 ayat 3 ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Berkomentar dengan bijak!