Tertangkapnya Sekwan, Menambah Daftar Panjang PNS Narkoba di Jeneponto

0
Sekertaris Dewan Hasanuddin saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Jeneponto Rabu 16 Maret 2016

Kr Tawang/ Jurnalis

TURARATEANEWS.com JENEPONTO–Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto yang menangkap pejabat eselon II, Sekretaris DPRD Jeneponto Hasanuddin Turatea terkait narkoba jenis sabu sabu. Telah menambah daftar panjang pegawai negeri sipil (PNS) Lingkup Pemkab Jeneponto, terlibat narkoba.

Namun sayang, pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar takut memberikan sanksi berat kepada PNS narkoba yang sudah di vonis oleh pengadilan negeri Jeneponto. Sampai saat ini, belum ada PNS yang diberikan sanksi.

Padahal para PNS Jeneponto sudah terbukti bersalah mengunakan barang haram. Serta melanggar PP 53/2010 tentang disiplin PNS dengan sanksi pemecatan bagi PNS yang narkoba.  Seolah olah Bupati Tutup mata dengan anak buahnya yang terlibat narkoba. Karena belum ada sanksi nyata yang diberikan kepada PNS narkoba.

Pegawai Negeri sipil lingkup Pemkab Jeneponto yang pernah ditangkap oleh polisi terkait narkoba. Mereka diantaranya, Kahar Daeng Rempo, warga Kecamatan Batang, dan bekerja sebagai PNS di Dinas Pertanian staf Bidang Peternakan, ditangkap Narkoba oleh polisi pada,  tanggal 4/ 12/ 2013 lalu. Dia telah bebas dari hukuman penjara.

Selanjutnya, mantan Kepala Bidang Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (BPMPD) Jeneponto, Abdullah Tompo ditangkap Satuan Narkoba Polres Jeneponto, Minggu (12/1/2014) lalu. Dan sudah menghirup udara bebas. 

Kemudian mantan kepala Lingkungan Hidup (KLH) Jeneponto Rusli Ramli ditangkap satuan narkoba Polres Jeneponto, Rabu 18 Maret 2015 lalu. Namun kini Rusli Ramli sudah menghirup udara bebas. Sementara Mantan Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto Jamaluddin, ditangkap pada 8 Juli 2015 lalu, akan bebas beberapa bulan ini. 

Selanjutnya, Satuan Narkoba Polres Jeneponto menangkap oknum PNS dinas (PU) Amaliah Rahayu (31), pada Jumat 12 Juni 2015 lalu, di Rusunawa  di jalan Karya Bontosunggu. Sampai kini Amaliah Rahayu masih menjalani hukuman.  

Kasat Narkoba Polres Jeneponto, AKP Arief Bermuli mengatakan, Sekretaris DPRD Jeneponto sudah lama menjadi incaran petugas. Namun baru kali ini kita berhasil menangkapnya. Pelaku sudah lama menjadi target Operasi (TO). Saat ini pelaku kita tahan di Polres.

 

Berita Terkait : 

Sekwan Hasanuddin Bungkam Merahasiakan Nama Bandar Narkoba

Sekretaris DPRD Jeneponto Tertangkap Tangan Narkoba

Peredaran Narkoba Marak di Galesong, Berbatasan Makassar

Berkomentar dengan bijak!