Terkait Korupsi PT ASABRI, Kejaksaan Agung Periksa 10 Orang Saksi

0
Terkait Korupsi PT ASABRI, Kejaksaan Agung Periksa 10 Orang Saksi
Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, JAKARTA – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung saat ini telah memeriksa 10 orang terduga tindak pidana Korupsi kasus PT. ASABRI (PT. ASURANSI ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA)

Mereka yang diperiksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), yakni berinisial RM, Karyawan PT. Hanson International, Tbk, ASS selaku Direktur Utama PT. Pilarmas Investindo Sekuritas, MP selaku Staf Khusus Direksi PT Asabri (Persero), DL, Direktur Utama PT. Wanteg Sekuritas, RAK, Corporate Finance PT. Tricore Kapital Sarana & Dana Lingkar Kapital.

Serta lima lainnya yakni, EWHS selaku Komisaris PT. Tricore Kapital Sarana, AK selaku Direktur PT. Indo Putra Khatulistiwa, RDN selaku Owner PT. RD Investment, BJ selaku Direktur Utama PT Kiwoom Sekuritas, WSA selaku Direktur Utama PT. Hanson Coal Energy.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI,” tulis Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang diterima Suaraturatea.com, Kamis (1/4/2021).

Pemeriksaan saksi ini dilakukan dengan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan Penyidik.

“Tentunya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” terangnya.

Dketahui hingga saat ini, ada sembilan orang telah dijadikan tersangka dalam perkara dugaan korupsi Asabri. Kesembilan tersangka itu adalah Jimmy Sutopo selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation dan Benny Tjokrosaputro selaku Direktur PT Hanson Internasional.

Serta mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri dan Sonny Widjaja. Kemudian, BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.

Juga disebut adalah IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017, Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, dan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Jaringan. Dalam perkara ini, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 23,73 triliun.

Saat ini penyidik Kejaksaan Agung sudah mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (*)

Berkomentar dengan bijak!