Temukan Kami di Sini:

Terhalang Restu Orang Tua, Ratusan Pelajar di Jeneponto Tidak Divaksin

0
Terhalang Restu Orang Tua, Ratusan Pelajar di Jeneponto Tidak Divaksin
Foto: Suasana pencanangan vaksinasi yang menyasar kalangan pelajar SMA di Kabupaten Jeneponto. [SUARATURATEA.COM-ISTIMEWA]

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Puluhan Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 10 Jeneponto mengikuti program Vaksinasi di Tolo Timur, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sabtu (04/09).

Di lokasi, nampak puluhan Pelajar dengan seragam putih abu-abu sangat antusias. Kedatangan mereka disinyalir bukan untuk belajar tatap muka secara langsung melainkan mengikuti himbauan sekolah untuk mengikuti program Vaksinasi yang di fasilitasi oleh Puskesmas Tolo.

Alhasil, Panitia memanggil satu persatu nama pelajar ke meja I untuk dilakukan screening oleh dokter sebelum diimunisasi.

Kepala Puskesmas Tolo, Julianti Irham mengatakan jika Vaksinasi yang dilakukan pihaknya saat ini adalah dosis pertama untuk para pelajar yang berusia 16 hingga 17 tahun.

” Sesuai surat edaran Pemerintah Pusat tanggal 1 Juli 2021 tercatat untuk usia 12 hingga 17 tahun itu sudah bisa divaksin. Sehingga pihak kami kembali melakukan sosialisasi dengan terbitnya edaran baru tersebut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jika kegiatan Vaksinasi ini dilakukan mengingat itu permintaan dari pihak sekolah.

“Selain kegiatan Vaksinasi kami juga melakukan edukasi. Karena terdapat beberapa orang yang sudah memiliki izin dari orang tua pelajar,” ungkapnya.

Ada sekitar 32 pelajar yang sudah kami vaksin. Hal ini tak lepas dari persetujuan orang tua para pelajar.

“Tadi sudah dilaksanakan 32 siswa sudah diberikan Vaksinasi,” jelasnya.

Lebih jauh, Kata dia jika pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 20 vial vaksin dengan Target vaksinasi sebanyak 200 pelajar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) SMK 10 Jeneponto, Yocang Mallombasi mengaku jika Vaksinasi ini sebagai salah satu langkah persyaratan guna menerapkan proses pembelajaran tatap muka secara langsung. Dimana selama ini pelajar hanya belajar via daring.

“Tujuannya sebagaimana yang telah disampaikan kepada pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsunh di masa pandemi ini. Siswa dan guru harus divaksin,” terangnya.

Ia menambahkan jika pihak sekolah berharap agar seluruh siswa yang berjumlah 223 dapat ikut serta berpartisipasi agar proses belajar tatap muka bisa segera dilaksanakan.

“Saya tergetkan seluruh siswa 223. Namun, berdasarkan hasil rapat orang tua pelajar, pada hari Senin (30/09) lalu, hanya sebanyak 21 orang tua pelajar yang setuju sisanya masih enggan untuk memberikan izin lantaran masih takut dengan berita hoaks yang mereka dengar. Namun, dengan berjalannya waktu, setidaknya masih ada penambahan peserta sehingga total yang di Vaksin ini berjumlah 32 pelajar,” bebernya.

Kendati demikian, pihaknya masih akan tetap mengedukasi para orang pelajar agar mereka tidak percaya berita bohong yang berkembang luas diluar sana. Maka ia dan jajarannya akan memanfaatkan jejaring social Whatsapp untuk mengedukasi kembali dimasing-masing contack Whats Up Pelajar atau wali mereka.

“Langkah yang kami lakukan itu, menggunakan media sosial. Pertama, kita share ke siswa melalui aplikasi whatsapp mengenai pentingnya vaksinasi di masa pandemi ini,” pungkasnya. (**)

Berkomentar dengan bijak!