Terbukti, TNI  Serius Bongkar Jejaring Narkoba di Perumahan Kostrad

0
Ilustrasi

TURATEANEWS.com,JAKARTA—Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) berhasil mengungkap peredaran narkoba di Perumahan Kostrad, Tanah kusir Jakarta Selatan pada Senin (22/2) lalu kini terus dikembangkan.

Operasi komprehensif dimaksud adalah bagaimana institusi Kostrad, TNI AD, dan institusi di bawah TNI lainnya menelisik kemungkinan keterlibatan oknum aparat dan keluarganya dalam jejaring peredaran narkoba. Potensi mereka masuk dalam pusaran mafia sangat besar karena para bandar selalu berkecenderungan mencari beking untuk mengamankan bisnis haram mereka.

Dalam rilis yang diterima turateanews.com, berdasar hasil pengembangan penyelidikan Yonintel Kostrad dan Pom Kostrad tentang personel yang terlibat dalam pemeriksaan dan pengembangan kasus Narkoba di Komplek Kostrad Tanah Kusir Jakarta Selatan sampai dengan saat ini didapatkan hasil sebagai berikut; Anggota Kostrad sebanyak 23 orang masing masing berinisial,Serda Zkra,Serka Kry,Serma Ers,Serma Syd,Serma Syl,Sertu Asg, Kopka Bbg, Kopka Syk, Kopka MardiMrd . Pratu Is, Kopka Nk,Kopka As, Pratu Ar, Kopka Jk (anggota Korem Tangerang), Mayor AEH (Kasiops Puskodal Dam XVI/Pattimura), Kolonel AIT (Bais TNI Kalibata),Kolonel Inf Da (Asops Kasgar Mabes TNI), Praka Ir,Letkol Tek Wh (Dansathar 64 Lanud Iswahyudi Madiun),Praka Ty (anggota Bais TNI), Kopda Jd (sopir Dandim Jakarta Selatan), Pelda My, Pratu Mas.

Sedangkan anggota Kepolisian sebanyak 5 orang masing masing atas nama; Aiptu Al (anggota Mabes Polri),Briptu Ed (anggota Polres Jaksel),  Aipda Wd (anggota Polres Jaksel),Bripka Ab (anggota Polsek Kebayoran Lama), Aiptu Ar (anggota Polres Tangsel).

Dan10 orang warga sipil,masing masing bernama;Yy, Ih, Ht, Oj, Sp,Sg, Ts, Esw (perempuan), dan Ag.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Tatang Sulaiman menuturkan, ini adalah bentuk keseriusan dan langkah Kostrad membongkar jejaring narkoba di lingkungan mereka dalam operasi penegakan tata tertib patut diapresiasi. Langkah ini bisa dilihat bagian konsistensi menegakkan martabat institusi dan disiplin prajurit. Kostrad memberi pesan tegas kepada jajarannya untuk tidak bermain-main dengan narkoba.

Pesan ini tentu juga untuk prajurit TNI secara keseluruhan. Upaya positif tersebut tentu jangan berhenti pada penangkapan di Perumahan Kostrad saja. Operasi penegakan tata tertib harus menjadi satu bagian integral bersih-bersih prajurit pencandu narkoba. Bisa jadi, tertangkapnya sejumlah oknum prajurit seperti fenomena puncak gunung es. 

“Dengan demikian, operasi harus dilakukan secara komprehensif, konsisten, dan diiringi penegakan hukum yang tegas,”Jelas Kapuspen

 

Berkomentar dengan bijak!