Tender Curang, SBU Pemenang Pasar Tarowang Ilegal 

0
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar Diminta Tegas Menindak Personil ULP

Krg Lomba/ Jurnalis

Boby Baharuddin : Jika Tidak Tegas Menindak ULP, Jangan Pilih Lagi Bupati 

TURATEA NEWS.com JENEPONTO–Kecurangan proses tender pembangunan Pasar Tarowang dilakukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Jeneponto dalam memenangkan PT Gunung Raya Bulukumba, yang Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Pelaksanaan Konstruksi Bangunan Komersial (BG004) ilegal karena tidak dilakukan registrasi 2016 di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulsel. 

Meskipun pelaksanaan lelang di Kabupaten Jeneponto sudah menggunakan sistem Lelang Secara Elektronik, namun dinilai kondisi pelelangan semakin semrawut dan diduga sarat KKN. Bupati Jeneponto diminta segera turun tangan dan mengambil tindakan terhadap personil kelompok kerja (Pokja) ULP Jeneponto. 

Mantan Aktivis Jeneponto, Boby Baharuddin mengatakan, seharusnya bupati Jeneponto mengambil langkah tegas menindak personil ULP yang bermain curang dalam proses tender memenangkan PT Gunung Raya Bulukumba, dimana SBU perusahaan tersebut ilegal karena tidak diregistrasi tahun ini oleh LPJK Sulsel. 

Kata dia, kecurangan dalam proses lelang proyek pembangunan pasar Tarowang dinilai dokumen pengadaan tidak sesuai dengan peraturan presiden No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah beserta perubahan dan aturan turunannya.

“Pelaksanaan pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari dokumen pengadaan, karena SBU perusahaan tersebut tidak dilakukan registrasi pada tahun kedua, di 2016,” ujar Boby Baharuddin. Untuk itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar harus secepatnya menindak tegas personil ULP karena sudah sangat merugikan para kontraktrok di Jeneponto, ujarnya. 

Dalam pelaksanaan tender Pasar Tarowang, kata dia, sudah nyata ada keganjilan-keganjilan system pelelangan yang dilakukan oleh personil ULP Jeneponto, dengan melakukan kecurangan luar biasa memenangkan PT Gunung Raya Bulukumba, tanpa memiliki SBU yang diregistrasi atau ilegal.  

Lanjut dia, sama halnya dengan lelang tahun-tahun sebelumnya, aroma KKN masih kuat terasa, termasuk dugaan intervensi pihak tertentu untuk menguasai proyek di Jeneponto yang jumlah mencapai 1000 paket.

Kemudian ujarnya, terkesan terjadi pembiaran dalam pelaksanaan pelelangan yang terus mendapat sorotan masyarakat dan kalangan rekanan. Kecurangan pelelangan dan dugaan KKN masih sangat terasa, tapi sejauh ini belum ada tindakan dari kepala daerah kepada personil di ULP, berupa sanksi atau pemberhentian.

”Setiap tahunnya persoalan klasik yakni proses pengadaan barang dan jasa diduga sarat KKN dan intervensi masih terus berlangsung. Seharusnya tindakan tegas dari kepala daerah kepada oknum ULP yang bermain-main dalam melaksanakan pelelangan sudah dijatuhkan, karena dampaknya adalah proses pembangunan ditengah masyarakat,” sambung Boby Baharuddin. Untuk itu diminta Bupati harus tegas menindak berbagai bentuk kecurangan dalam proses pelelangan Proyek di ULP. 

“Jika Bupati tidak mampu mengambil tindakan tegas berupa sanksi pemberhentian personil ULP. Sebaiknya masyarakat Jeneponto harus lebih cerdas dalam pemilihan Bupati 2018 mendatang, untuk tidak lagi memilih Bupati yang tidak mampu mengambil keputusan tegas menindak pelaku kecurangan pelelangan Proyek di ULP setempat,” tegas Boby Baharuddin. 

Sementara itu, Ketua ULP Jeneponto Nasaruddin alias Nombong, memenangkan PT Gunung Raya Bulukumba yang memiliki SBU ilegal sudah salah fatal, karena cuma mengacu pada surat edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat nomor : 63 /SE/M/ 2015 tentang Keabsahaan Sertifikat Badan Usaha (SBU). 

Namun tidak mengacu pada peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi nasional (Perlem) No 10 tahun 2013 tentang registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi dan  peraturan presiden No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah beserta perubahan dan aturan turunannya, ujar Boby Baharuddin. 

Sementara itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar yang ingin dikonfirmasi terkait kisruh lelang pasar Tarowang yang terus berkepanjangan, dan diduga adanya pembiaran, tidak ada berada di kantornya. Informasi di Kantor Bupati. Iksan Iskandar sedang berada di Jakarta. (***)     

Baca Juga :

Pemprov Sulawesi Tengah Resmikan TPAKD Dan Satuan Tugas Waspada Investasi

Bupati Melakukan Pembiaran, Terkait Kecurangan Proses Tender Pasar Tarowang di ULP Jeneponto

Registrasi SBU PT Gunung Raya Bulukumba Hanya Gunakan Keterangan. Gapensi Sulsel : Bukan Dari LPJK

 

Berkomentar dengan bijak!