Teka-teki Kasus Korupsi Jembatan Bosalia Lima Orang Tersangka Tak Ditahan

0
Teka-teki Kasus Korupsi Jembatan Bosalia Lima Orang Tersangka Tak Ditahan
GAM menggelar aksi di depan Kejari Jeneponto mendesak perkara korupsi Jembatan Bosalia

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Perkara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia di Kabupaten Jeneponto masih menjadi misterius.

Desakan para aktivis yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) ini meminta kepolisian Resor Jeneponto agar serius menangani perkara tersebut.

“Melihat proses penanganan dugaan korupsi mega proyek jembatan bosalia yang di kerjakan oleh PT. Trikarya Utama Cendana itu terkesan lamban dan mandul,” kata Jenderal Lapangan (Jendlap) GAM, Nurul Imam Rahman, Selasa (25/2/2020).

Bahwa penanganan tindak pidana korupsi, tambah Nurul, bukan lagi ditempuh dengan metode kovensional tetapi korupsi harus betul-betul dengan metode yang terintegritas, terarah, terencana, serta komitmen terhadap seluruh aparat penegak hukum.

“Saya berharap, penanganan dugaan kasus korupsi mega proyek jembatan Bosalia ini betul-betul serius ditangani demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” tambahnya.

“Berikan efek jerah terhadap pelaku korupsi. Kami juga mendesak Kejari Jeneponto untuk mempercepat penanganan kasus korupsi Jembatan Bosalia dan profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” lanjut Nurul.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Jeneponto Indras, menerima aksi penyampaian aspriasi GAM.

“Berkas perkara yang di limpahkan penyidik Polres Jeneponto sejak tanggal 13 februari kami sudah P-21-kan dan tadi pagi sebelum Kasi Pidsus bersama bapak kajari ke Makassar untuk menangani kasus lain, beliau langsung memberikan hasil P-21 ke penyidik Polres Jeneponto,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkara korupsi ini “kami menunggu barang bukti beserta tersangka di limpahkan oleh Penyidik Polres Jeneponto” tambah dia.

Dari pihak GAM sendiri menegaskan akan berkomitmen terus mengawal dugaan korupsi ini sampai tuntas.

Diketahui proyek pembangunan Jembatan Bosalia tahap I yang dikerjakan pada tahun 2016 oleh Dinas PU Jeneponto merugikan negara sebesar Rp644 juta.

Ia membeberkan, sejauh ini sudah ada lima orang yang dijadikan tersangka oleh Polres Jeneponto.

Mereka masing-masing berinisial, MT, AM, AS, RM dan AA. Para tersangka ini dinaikkan statusnya sebagai tersangka pada Rabu, 20 Agustus 2019 lalu.

Penulis : Tahir
Editor   : Agil

Berkomentar dengan bijak!