Temukan Kami di Sini:

Tega! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Digauli Sepupu Sendiri

0
Tega! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Digauli Sepupu Sendiri
Ilustrasi (shutterstock0

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Pria di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan tega melakukan tindak asusila terhadap seorang wanita sebut saja Bunga.

Diketahui Bunga baru saja berusia 13 tahun. Dirinya menjadi korban asusila yang tak lain dilakukan oleh sepupunya sendiri.

Kepala Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Saharuddin Sila membenarkan perihal itu.

BACA JUGA : Bejat! Bocah 13 Tahun di Jeneponto Jadi Korban Pemerkosaan

“Hari ini telah terjadi dugaan pemerkosaan terhadap anak gadis berusia 13 tahun,” kata Kades, Saharuddin Sila. Sabtu (19/6/2021).

Kades itu menjelaskan, bahwa pelaku yang diduga melakukan aksi perbuatan cabul itu berinisial AL (23).

AL disebut salah seorang warga Desa Pao, Kecamatan Tarowang. Saat ini, Bunga telah dibawa ke Rumah Sakit Lanto dg Pasewang Jeneponto untuk menjalani pemeriksaan visum (Visum et repertum).

BACA JUGA : Bejat, Kepala Sekolah di Toraja Utara Tega Mencabuli Tiga Orang Siswinya

“Saat ini korban dibawa ke RS untuk dilakukan Visum. Harapan saya sebagai pemerintah desa agar kasus ini segera menangkap pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Aksi bejat yang dilakukan pelaku AL terhadap Bunga, pihak kepolisian diminta agar mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku.

Permintaan ini adalah salah satu untuk menghindari rentetan panjang kasus agar tidak terjadi aksi balas dendam terhadap dua belah pihak.

BACA JUGA : Fakta Baru Perkara Nurdin Abdullah, Ternyata Diam-diam Edy Rahmat ‘Bermain’

Diketahui, kedua belah pihak ini memiliki hubungan keluarga. Di lokasi, kediaman korban saat ini telah banyak pihak keluarga yang berdatangan.

“Iya, pelaku dan korban punya hubungan keluarga, mereka masih bersepupu,” ungkapnya.

Meski pihak keluarga korban telah berdatangan satu persatu, aparat kepolisian dari Sektor (Polsek) Tarowang tetap melakukan penjagaan ketat untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sampai saat ini tidak ada pergerakan, karena juga sudah banyak pihak kepolisian di sekitar rumah korban untuk berjaga-jaga tidak terjadi keributan yang akan dilakukan pihak keluarga korban dalam artian balas dendam,” pungkasnya.

Berkomentar dengan bijak!