Temukan Kami di Sini:

Tangis Ibu Ina di RS Latopas Pecah, Dokter Lambat Tangani Hingga Bayinya Meninggal

0
Tangis Ibu Ina di RS Latopas Pecah, Dokter Lambat Tangani Hingga Bayinya Meninggal
Ilustrasi Pixabay.com

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Seorang Pasien Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang (Latopas) Jeneponto, Sulawesi Selatan meninggal dunia akibat dugaan kelalaian petugas medis.

Anak pasien RS Latopas itu meninggal dunia karena petugas medis terlambat menangani operasi. Pasien Latopas itu bernama Ina, ia adalah warga Kambang Selatan, Kecamatan Binamu.

Dirinya dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 20.00 Wita. Sekira pada pukul 22.00 wita air ketubang Ibu Ina pecah. Nahasnya, dokter di RS Latopas dikatakan telah pulang ke rumahnya.

BACA JUGA: Buntut Lurah Usir Satgas Covid-19 di Jeneponto, Begini Kronologi Versi Haidir

Salah satu bidan yang bertugas di sana mengatakan, dia sudah berulang kali menghubungi dokter yang menangani, namun juga tak digubris.

“Berulang kali saya telepon dokternya namun tak diangkat, seaindainya diangkat bisa sekarang dioperasi pasien” singkat bidan yang enggan disebut identitasnya itu.

Saat dikonfirmasi terpisah, dokter yang menangani pasien, Ariadi mengaku bahwa dia hanya manusia biasa dan jika dipermasalahkan, dirinya menerima apa adanya.

BACA JUGA: Lurah Haidir Usir Satgas Covid-19 Jeneponto; Saya Pribadi Minta Maaf!

“Kalau ingin dipermasalahkan, saya terima karena kami hanya manusia biasa”

Ditanya tentang alasan telatnya pasien dilakukan penanganan operasi, dia menuturkan bahwa dia bukanlah dokter umum yang harus stay 1×24 jam untuk menangani pasien.

“Kami bukan dokter umum, jadi saya terima apapun itu” timpalnya kepada media.

BACA JUGA: VIDEO: Greysia Polii Lari Ala Super Sonic Ganti Raket Sebelum Juara Medali Emas

Akibat kejadian ini, pasien yang telat dioperasi anak dalam kandunganya meninggal dunia. Hingga kini sang ibu dari bayi tersebut masih terbaring di ruang medis kesehatan Latopas.

“Kronologi, pukul 20.00 wita pasien dilarikan kerumah sakit, sekitar pukul 22.00 wita air ketubang pasien pecah, pagi jam 10 lewat baru dioperasi,” tambah Ina daeng So’na.

Berkomentar dengan bijak!