Temukan Kami di Sini:

Tanggul Tak Diperhatikan, Warga di Pesisir Pantai Jeneponto Terancam Disapu Ombak

0
Kondisi tanggul Tamarunang rusak parah yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Miris, kondisi tanggul yang rusak parah di bibir pantai Tamarunang, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dikeluhkan warga.

Pasalnya, tanggul yang dibuat saat era pemerintahan Almarhum Bupati Radjamilo itu rusak parah dan tak lagi menjadi perhatian.

Kinerja pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto saat ini dicari-cari oleh warga. Selain itu, keselamatan warga di pesisir pantai menjadi salah satu ancaman saat diterpa air pasang surut.

Dari pantauan di lokasi, nampak material batu bekas tanggul berserakan di bibir pantai. Bahkan tanggul dengan panjang sekitar dua kilometer ini, batunya hilang disapu arus ombak ke ke dalam lautan.

Nelayan maupun petani tambak rumput laut harus berhati-hati ketika akan melakukan aktivitasnya itu.

Menurut Syamsuni, salah satu warga setempat mengatakan, keluhan ini didasari mengingat musim hujan akan tiba.

“Memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi bisa mengakibatkan gelombang air laut yang besar¬† kedaratan yang sewaktu-waktu dapat mengancam pemukiman warga yang bisa mengakibatkan potensi korban jiwa hingga kerugian materil,” keluhnya.

Ia juga menuturkan, gelombang air laut yang kerap muncul selama musim hujan secara tiba-tiba ini, biasanya mempunyai ketinggian beberapa meter dari permukaan air laut yang semestinya.

“Biasanya kalau musim hujan tiba ketinggian air laut bisa mencapai dua hingga tiga meter. Seandainya tanggul itu masih kokoh dan utuh kemungkinan air laut tidak akan meluap kedaratan sehingga potensi berbahaya tersebut tidak akan terjadi. Kalau pun meluap kemungkinan potensinya ringan atau sedang,” tuturnya.

Selain membahayakan pemukiman warga, air laut yang kerap meluap kedaratan juga akan berpotensi mengerus tanah yang berada didaratan.

“Bisa saja air laut yang meluap juga akan berpotensi abrasi didaratan sehingga dikhawatirkan akan rata dengan permukaan laut,” tambah Syamsuni.

Lebih jauh, pemerintah harus jeli melihat perkembangan dan situasi, apalagi ada objek wisata di sekitar lokasi itu, seperti Pantai Tamarunang.

Olehnya, dia berharap pemerintah betul-betul memperhatikan upaya pencegahan sejak saat ini sebelum menelan korban jiwa di pesisir pantai.

“Tentunya, saya sangat sayangkan Pemerintah Jeneponto karena kurang peka dan kurang perhatian. Apa lagi lokasi ini adalah destinasi wisata yang semestinya pemerintah lebih jeli melihat potensi yang lebih besar untuk mendatangkan para pelancong luar hingga lokal. Namun, bisa kita lihat secara kasat mata pantai ini sungguh tidak layak,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, Bupati Jeneponto pernah berkunjung namun hingga saat ini belum ada kepastian, apakah akan dilakukan perbaikan atau membangun kembali tanggul ini.

“Bupati pernah kesini sewaktu Covid, saat itu bupati sempat berendam di dasar pantai tamarunang namun saya belum tahu persis apakah bupati memperhatikan atau tidak, yang jelas bupati bisa melihat kondisi yang tak enak dipandang mata. Selain bupati ada juga beberapa pejabat daerah berkunjung namun bukan untuk melihat kondisi tanggul melainkan hanya jalan-jalan sambil berfoto,” tutup Syamsuni. (*)

Berkomentar dengan bijak!