Tampang Pelempar Bom Molotov ke Pos Polisi di Makassar, Terungkapkah Siapa Dia?

0
Tampang Pelempar Bom Molotov ke Pos Polisi Saat Aksi Omnibus Law, Terungkapkah Siapa Dia?
Pelaku pelempar bom molotov saat aksi unras penolakan omnibus law di Kota Makassar (08/10/2020) lalu | Foto: Isitimewa

SUARATURATEA.COM Hingga kini pelaku pelempar bom molotov ke pos polisi di Makassar pada Kamis (08/10/20) lalu saat aksi unras penolakan omnibus law belum juga terungkap.

Sudah lebih dua pekan pelaku yang mengenakan masker khusus masih menjadi tanda tanya publik.

Dilansir dari berita kumparan.com dengan judul ‘Wanted! Pria Pelempar Bom Molotov ke Pos Polisi di Makassar’¬†Polrestabes mengaku pelaku itu masih dalam tahap lidik.

“Belum diamankan, ini masih lidik,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Jumat (9/10/2020) lalu dikutip Kumparan.

Sebelumnya, kerusuhan paling parah saat demonstrasi Omnibus Law terjadi di bawah Fly Over Kota Makassar atau tepatnya di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makasar.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ardhi Adnyana Jagatnatha (@ardhi.adnyana.jagatnatha) pada

Gemuruh suara ledakan bom molotov kian bertalu-talu. Massa diperkirakan ratusan orang. Dari ratusan massa, salah seorang terlihat membawa dan bahkan membakar pos polisi lalu lintas di sekitar kejadian.

Orang itu menggunakan kaos lekbong hitam dengan menggunakan masker. Terlihat dia memantau situasi sekitar sebelum akhirnya pelaku pelempar bom molotov ke pos polisi di Kota Makassar.

Agus menerangkan, pelaku pelemparan ini diduga dari kelompok perusuh. Dia sengaja masuk ke tengah-tengah pengunjuk rasa atau mahasiswa dan elemen masyarakat.

Kendati demikian, Agus mengaku pihaknya belum berhasil mengidentifikasi identitas pria misterius pembawa bom molotov ini di Makassar.

“Belum diketahui identitasnya. Tapi, ciri-cirinya sudah diketahui. Ia sempat terekam kamera video bahkan fotonya sudah tersebar di mana-mana. Jadi dalam waktu dekat, pelaku pasti akan tertangkap,” jelas Agus kepada kumparan.

Sebelumnya, Demonstrasi tolak Omnibus Law berujung rusuh di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (8/10).

Massa yang terdiri mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat ini melempari polisi dengan batu.

Bahkan, massa juga membuat bom molotov. Mereka juga ada yang membawa busur panah dan menyasar anggota polisi.

Berkomentar dengan bijak!