Tak Punya Biaya Kontrol, Pia Anggraeni Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

0

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Seorang anak berusia 2 tahun warga Rannaya, Kelurahan Tolo Barat, Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto mengalami penyakit Hidrosefalus.

Pina Anggraeni Rahman anak dari pasangan suami istri Rahman dan Andriani lahir dalam kondisi normal.

Keduanya hanya bekerja harian sebagai petani.

Menurutnya, anak Andriani sakit di usia delapan bulan dan dilarikan ke RS Bantaeng dan divonis terkena penyakit Hidrosefalus

Setelah itu Pia dioperasi di RS Wahidin Makassar. Hanya saja ia harus membayar 1,5 Juta dengan dalih keluarga Pia tak mengambil surat rujukan dari RS Lanto dg Pasewang.

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HMPT), Aldi Saputra mengatakan keluarganya tak mampu.

“Pihak RS Wahidin itu sebenarnya Adek Pia disuruh untuk kontrol setelah di operasi,” ujarnya.

Hanya saja tidak melakukan kontrol karena terkendala dengan biaya dan penyakit Pia kini semakin parah.

Pasalnya Pina Anggraeni sudah sekitar 1 tahun tidak pernah menangis dampak dari panyakit tersebut.

“Dokter mangatakan apabila tidak ditangani lebih lanjut akan berdampak pada adinda lumpuh bahkan buta,” ungkap Aldi.

HPMT Komisariat UIN Alauddin Makassar kini berinisiatif untuk bersama-sama mengulurkan tangannya untuk membantu dalam bentuk finansial dan sebagai fasilitas.

"

“Kita membantu untuk ditangani pemerintah, seperti pembuatan KIS dan sebagainya. Membuka open donasi dan berkunjung kerumah adinda Pina Anggraeni” terangnya.

Aldi melanjutkan, pada pertengahan bulan puasa lalu sekaligus membawa hasil donasi yang terkumpul dan juga memintai informasi lengkap dan juga data orang tuanya, seperti foto copy KK dan KTP

“Kita ke Dinas Sosial minta bantuan untuk dibantu adek kita, mulai dari biaya kesehatannya,” harap dia.

Sementara itu, Kepala dinas sosial. Rusli Ramli mengatakan akan menindaklanjuti permohonan dari HPMT KOM UIN.

“Kami akan segera mengindahkan apa yang menjadi harapan adinda semua” ujar dia.

Aldi berharap, bantuan penyambung lidah yang dilakukan HPMT ini agar direalisasi pemerintah.

“Kita sebagai organisasi daerah seyogianya dapat menjadi super hero dan fasilitas bagi masyarakat yang mengharapkan uluran tangan pemerintah, wa tawaashou bil-haqqi wa tawaashou bish-shobr,” harap Aldi.

Sumber : Citizen reporter (HPMT)
Editor    : Reza

Berkomentar dengan bijak!