Tak Bayar Tebusan, 10 WNI Dibunuh

0
Kelompok Abu Sayyab

Ical Karsar/Jurnalis

 

 

TURATEANEWS.com,JAKARTA—Sepuluh Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf sampai saat ini masih belum tuntas juga. Pasalnya, kelompok militan yang sudah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu meminta tebusan sebanyak 50 juta peso atau setara Rp 15 miliar.

 

Apabila tidak ditebus, mereka akan mengancam akan membunuh 10 WNI tersebut. Pemerintah melalui Kementrian Luar Negeri sudah berupaya membebaskan 10 WNI itu melalui jalur diplomasi dan dialog.

 

Baca : Kelompok Abu Sayyab Sandera Kapal Malaysia, Bebaskan WNI “Ada Apa?”

 

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi sudah menemui pemerintah Filipina untuk mengupayakan pembebasan kesepuluh WNI tersebut.

 

“Kemarin kami koordinasi dengan otoritas Filipina dan diperoleh informasi bahwa semua pergerakan diawasi dengan baik dan 10 WNI itu masih dalam keadaan baik dan sehat,” kata Retno di Kantor Kementrian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4).

 

Baca : Kekurangan Logistik, Kelompok Teroris Santoso Makan Anoa

 

Retno menegaskan, pemerintah tidak pernah berhenti dan putus asa untuk membebaskan 10 WNI tersebut.

 

“Saya katakan kita mencoba melakukan yang terbaik dan berupaya keras dan berdoa untuk saudara-saudara kita tersebut. Kerja kita, upaya kita lakukan terus menerus dari detik ke detik dari waktu ke waktu,” tandasnya.

 

Sementara, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengaku sudah menyiapkan penyelamatan dengan cara militer. Namun upaya itu hanya bisa dilakukan jika mendapat izin dari pemerintah Filipina.

 

Baca : Joko Sumarno : Terorisme Merupakan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan Dan Peradaban

 

“Bukan siap lagi, lebih dari siap. Tapi kan, ada aturan kalau mau masuk wilayah itu (Filipina),” kata Menhan di Gedung Kementrian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

 

Menhan mengungkapkan, militer Filipina sudah menyiapkan pasukan sebanyak tiga batalyon di sekitar lokasi penyanderaan.

 

“Ada tiga batalyon. Kami harapkan nggak lama karena diharapkan negoisasi bisa menambah waktu dan selesai seperti apa yang diharapkan,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perusahaan tempat sepuluh ABK itu bekerja siap memberi uang tebusan untuk membebaskan mereka.

 

“Itu urusan perusahaan, kita pantau dengan ketat karena itu mungkin strategi yang terbaik,” kata mantan Kepala Staf Kepresidenan itu, Selasa (5/4).

 

Meski pemerintah tidak akan membayar sepeserpun kepada Abu Sayyaf, namun pemerintah tetap melakukan berbagai upaya guna membebaskan 10 WNI tersebut. Dan upaya itu akan terus dilakukan sampai 10 WNI itu benar-benar bebas.

 

Bagaimana menurutmu? Kita doakan semoga pemerintah bisa membebaskan 10 WNI tersebut dengan selamat.

 

Baca Juga  :

 

Helikopter Milik TNI AD Jatuh di Poso, Ini Nama ke 13 Penumpang

Helikopter Milik TNI AD Jatuh di Poso, 13 Penumpang Dipastikan Meninggal

Kontak Tembak, Dua Terduga Teroris Tewas di Poso

Antisipasi Masuknya Teroris, Penjagaan Diperbatasan Sulselbar Ditingkatkan

Berkomentar dengan bijak!