Tahap Pengerasan, Debu Jalanan di Jeneponto Dikeluhkan Pengendara

0
Tahap Pengerasan, Debu Jalanan di Jeneponto Dikeluhkan Pengendara
Kondisi jalan yang berdebu di Lingkunga Lembangloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Jalan poros yang masih dalam proses pengerasan menuai sorotan dari warga dan pengguna jalan atau pengendara.

Pasalnya, jalan yang sudah dikeruk tersebut tak kunjung diaspal. Sehingga menimbulkan debu dan dikhawatirkan akan membuat warga sekitar dan pengguna jalan terkena infeksi saluran pernapasan.

Selain itu, para pengendara juga harus berhati-hati ketika melintas di jalan tersebut. Sebab, banyak kerikil tajam.

BACA JUGA : Debat Pilbup Lutim Rusuh di Hotel Hingga Videonya Viral di Medsos

Pantauan wartawan di lokasi, Rabu (25/11/2020), jalan tersebut terletak di Lingkungan Lembangloe, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

Disitu, ketika roda dua dan roda empat melintas secara bersamaan itu kemudian menimbulkan debu.

Banyak pengendara yang terlihat menutup hidung dan mulutnya akibat debu yang menyengat.

Salah seorang warga setempat, Nompo mengatakan, masyarakat yang bermukim sangat mengeluhkan jalan poros yang sudah di keruk tapi sampai saat ini belum di aspal sehingga menyebabkan debu.

BACA JUGA : Bikin Sedih, Ibu Pengantin Pria di Gowa Meninggal Dunia Jelang Akad

Menurutnya, jalan itu harus dilakukan penyiraman air di pagi hari dan malam hari, supaya tidak berdebu.

“Masih tahap pengerasan, tetap dia siram cuma siram satu kali, nah disitu di anunya dua kali, harusnya itu dua kali sehari pagi sama malam, nah ini satu kaliji, malamji,” ujarnya Selasa (24/11/2020).

Dia mengaku, hingga saat ini jalan tersebut belum diaspal dan masih tahap proses pengerasan.

“Iya rencananya ini jalan mau di aspal, cuman banyak sekali debu, kalo motor dan mobil lewat di sini,” ungkapnya.

Ironisnya, dia juga mengaku merasa tersiksa ketika melintas di jalan itu. Pasalnya, debu jalanan bertebaran kemana-mana.

BACA JUGA : Jusuf Kalla: Tugas PMI Papua Sangat Baik

“Adedede debua, nasessaki (menyiksa), saya keluhkan debu,” tambahnya.

Olehnya itu, Ia berharap agar kiranya para pekerja agar rutin melakukan penyiraman jalanan biar debu tidak mengganggu masyarakat setempat dan juga pengendara yang melintas.

| Penulis : Arya Pratama
| Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!