Tabungan IRT di Gowa ‘Raib’ di Bank BRI, Ramlah: Tidak Bertanggungjawab

0
Tabungan IRT di Gowa 'Raib' di Bank BRI, Ramlah: Tidak Bertanggungjawab
Ramlah (kerudung merah) saat membawa berkasanya ke kantor Bank BRI unit di Jalan Poros Malino, Gowa. (Gaffar/Suaraturatea.com)

SUARATURATEA.COM, GOWA – Salah satu ibu rumah tangga (IRT), Ramlah di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengaku uang miliknya raib di tabungan Bank BRI Kabupaten Gowa.

Uang tabungan miliknya raib tanpa diketahui dirinya. Ramlah telah mendatangi pihak Bank BRI baik di tempat pembuatan buku rekeningnya di Bili-bili dan BRI Cabang Sungguminasa.

“Sejak tahun 2017 saya menabung di BRI Cabang “(Itu nilainya, red) Rp31 juta, terus saya kembali menabung tanggal 22 ternyata tidak bertambah saldoku. Itu tahun 2021 (penambahan tabungan, red). Itu tidak bertambah malah berkurang Rp31,” aku Ramlah di Mapolres Gowa. Rabu (19/5/2021).

BACA JUGA : Tabungan Istri Tukang Tambal Ban di Gowa ‘Raib’ di Bank BRI
BACA JUGA : Kebakaran di Jeneponto, Dua Rumah Rata dengan Tanah

Tabungan yang seharusnya bertambah itu malah berkurang, saat buku rekeningnya dicetak oleh teller Bank BRI.

Saat mempertanyakan, dirinya hanya diberikan arahan dari Bank BRI Cabang hingga Bank BRI unit di Bili-bili.

“Mendatangi, cabang BRI sudah dua kali, terus di alihkan lagi ke BRI unit di BRI Bili-bili, ternyata sama. Apa penyampaian di sana? dia bilang minta maaf tidak bisa, karena ini pembelanjaan dia bilang, na tidak pernah saya belanja. Ndada pertanggungjawaban, minta maaf saja, lepas tanggung jawab,” haru Ramlah

Kepada wartawan, dirinya mengaku menabung pertamakali senilai Rp31 juta, dan kembali menabung pada tahun 2021 senilai Rp30 juta. Bukannya bertambah, tabungannya raib senilai Rp30 juta tanpa sepengetahuan dirinya saat mencetak buku rekeningnya.

BACA JUGA : Sering Perang, Ternyata Ini Sumber Uang Israel Lebih Kaya dari Indonesia
BACA JUGA : 4 Bulan Simpan Jenazah Aisyah, Kondisinya Tinggal Kerangka di Kamar Rumahnya

Bahkan kata pegawai Bank BRI saat menanyakan saldo miliknya itu, hanya berdalih terlalu lama dilakukan pengecekan berapa banyak tabungan yang disimpan dan disebut kelalaian nasabah.

“Tidak menjadi 60 juta saldonya. Iya saya tarik kembali besoknya (karena curiga, red). (Tanggapan BRI, red) minta maaf, kalau BRI Pusat kelalaian nasabah (saya) ini, kenapa lama baru di cek. Ih sekira (saya menganggap, red) BRI itu aman,” imbuhnya.

Diketahui, uang tabungan di Bank BRI ini merupakan hasil jerih payah seorang suaminya yang bekerja sebagai tukang tambal ban.

“Itu uang dari hasil tambal ban kerja suamiku” tambahnya.

Berkomentar dengan bijak!