Sumur Milik Warga Dicemari Limbah, Pemuda KKP Demo PLN Punagayya

0
Sumur Milik Warga Dicemari Limbah, Pemuda KKP Demo PLN Punagayya
Puluhan pemuda dari KKP Jeneponto berunjuk rasa di depan kantor PLN Punagaya Rabu (13/2/2020)

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Sejumlah pemuda yang tergabung dari Komite Pemuda Parlemen (KPP) Sulsel Cabang Jeneponto berunjukrasa di lokasi Pembangkit Listrik Negara (PLN) Punagayya, Kecamatan Bangkala, Kamis (13/2/2020).

Mereka menuntut agar pihak PT PLN Punagayya Jeneponto bertanggungjawab terhadap tercemarnya sumur warga di Mallasoro Desa Punagayya Kecamatan Bangkala.

“Kami meminta pihak PLN Punagayya bertanggungjawab atas tercemarnya sumur Kawali Dg Ngawing dengan memberikan kepastian terkait permohonan ganti rugi yang diduga tercemar limbah polusi batu bara,”kata Edy Subarga di gerbang kantor PT. PLN Persero Punagaya.

Menurut Edy, Hasil uji lab oleh Sucopindo ada 3 sumur warga yang tercemar limbah mengandung dissolve Solid atau TDS.

Ini yang diduga menjadi penyebab kekeruhan salinitas yang merupakan tingkat keasinan kadar garam terlarut dalam air.

“Hasil ini menyatakan bahwa parameter kekeruhan dan salinitas tidak dipersyaratkan dalam Pergub Sulsel Nomor 69 Tahun 2010 kelas 1 untuk air bersih sehingga 3 sumur milik Kawali tidak dapat digunakan lagi,”tuturnya

Di tengah aksi unjuk rasa, sejumlah perwakilan diizinkan masuk ke kantor PT PLN Persero Punagayya untuk mediasi.

Manager PT. PLN Persero Punagaya Bambang Dwi yang memimpin mediasi menjelaskan, bahwa pada saat pertama dirinya bertugas telah menerima surat rekomendasi bupati Jeneponto H Iksan Iskandar terkait dengan penyelesaian ganti rugi atas usaha seorang warga bernama Kawali Dg Ngawing.

“Setelah saya menerima surat rekomendasi dari bapak bupati Jeneponto, saya langsung menemui saudara Kawali dengan memperlihatkan isi surat rekomendasi,”sebut Bambang dihadapan perwakilan pedemo.

Kemudian lanjut Bambang, dirinya memberikan penjelaskan terkait dengan ganti rugi itu diluar dari kewenangan pihak PLN Persero Punagaya.

“Kami hanya bisa meneruskan surat rekomendasi tersebut kepada pihak PLN Pusat untuk ditindak lanjuti,”kata Bambang menjelaskan.

Namun demikian kata Bambang, hasil pertemuan ini, pihaknya hanya bisa membantu melengkapi persyaratan administrasi.

“Ini akan kami ajuakan sebagai klaim ganti rugi sebagai syarat pembayaran dan selanjutnya kelengkapakan dokumen tersebut yang selanjutnya akan dikirim ke PLN pusat untuk di proses dan ditindak lanjuti,”tuturnya

Puluhan pemuda berorasi di pintu gerbang PT PLN Persero Punagayya di kampung Mallasoro Desa Punagayya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto dengan penjagaan ketat polisi.

Massa berorasi sembari membentangkan poster dan spanduk berisi tuntutan.

Penulis : Tahir
Editor   : Reza

Berkomentar dengan bijak!