Sudah Periksa 10 Saksi, Kejari Belum Tetapkan Tersangka

0
Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Sarwanto

TURATEANEWS.com,JENEPONTO—Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto kini mengintensifkan pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi dana BPJS dan layanan biaya operasiaonal rumah sakit umum daerah Lanto Daeng Pasewang Jeneponto yang diduga merugikan keuangan negara sebesar 15,9 milyar, pada tahun anggaran 2015. Senin (22/02)

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Sarwanto, Senin (22/02) mengatakan, telah memeriksa 10 orang yang diduga mengetahui aliran dana tersebut. namun sarwanto enggan menyebutkan ke 10 nama tersebut.

“Kami telah memeriksa 10 saksi terkait dugaan pelanggaran hukum tahun anggaran 2015, dana layanan operasional rumah sakit serta dana BPJS. Dan akan bertindak secara objektif dan profesional dalam mengungkap dugaan korupsi yg ada di Jeneponto, nanti kita lihat hasil selanjutnya,”kata Sarwanto

Sementara itu, Kepala seksi (Kasi) Intel Tuwo membenarkan telah memeriksa 10 orang saksi terkait dugaan korupsi dana BPJS dan dana biaya operasional RSUD Jeneponto tahun anggaran 2015.

“Kesepuluh saksi kami sudah ambil keterangannya, ini terkait dengan laporan dugaan pelanggaran hukum dugaan korupsi dana biaya layanan operasional dan dana BPJS tahun anggaran 2015,”ungkapnya

Sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, Darmukti menuturkan bahwa Kasus pengelolaan belanja, operasional belanja, dana BPJS, Jasa Pelayanan serta Jasa Kesehatan Daerah (JKD). Sampai saat ini kita masih mengumpulkan bahan keterangan, agar bahan keterangan itu, agar kita bisa menyimpulkan sifat melawan hukumnya

“Dua, tiga hari ini, kita ambil sikap dengan pelanggaran hukum tersebut. Dan kita hari ini telah meminta keterangan empat orang dari pihak rumah sakit, dan besok kita jadwalkan 4 orang. Dengan progres ini, mudah mudahan 2 atau 3 hari kita sudah dapat mengambil sikap”kata Kejari Jeneponto,15 Pebruari 2015 lalu di kantornya

Penulis  : Ical Karsar 

Editor    : Bahar

Berkomentar dengan bijak!