Status Tersangka Tapi Tak Ditahan, Kepsek ‘Cabul’ di Jeneponto Hanya Disuruh Wajib Lapor

0
Status Tersangka Tapi Tak Ditahan, Kepsek 'Cabul' di Jeneponto Hanya Disuruh Wajib Lapor
Status Tersangka Tapi Tak Ditahan, Kepsek 'Cabul' di Jeneponto Hanya Disuruh Wajib Lapor

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Ternyata Karim, oknum kepala sekolah SMK Negeri 1 Jeneponto selama ini tak ditahan oleh aparat kepolisian dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswinya berinisial NF (17).

Kabar itu dituturkan Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul kepada wartawan.

Dia mengaku, bahwa proses penahanan terdapat dua syarat, yakni meteril dan syarat formil.

BACA JUGA : Kronologis Pria Mabuk Ajak Berkelahi Anggota TNI di Koramil

Dalih Syarat inilah yang membuat Karim hanya menjalani wajib lapor sambil menjalani proses hukum.

“Terhadap pelaku tidak dilakukan penahanan karena kan itu untuk penahanan sendiri ada namanya syarat materil dan syarat formil yah. Syarat meteril saat ini alasan tersangka tidak dilakukan penahanan karena selama ini diwajib laporkan (kooperatif) untuk mengikuti proses walaupun tidak dilakukan penahanan tapi tersangka saat ini wajib lapor sambil menjalani proses hukum,” ujarnya belum lama ini.

Kendati demikian, pihaknya saat ini mengaku mengalami kendala. Pasalnya, barang bukti rekaman percakapan antara korban dan pelaku harus dikirim ke laboratorium Mabes Polri lantaran pihaknya tak memiliki ahli IT.

BACA JUGA : Kapal Penumpang KM Karya Indah Terbakar, Begini Kondisinya!

“Yah begitu lah, terkait dengan alat bukti yah, inikan rekaman. Kalau rekaman berkaitan dengan IT sehingga kita memang tidak ada ahli IT. Jadi ini hasil rekaman dikirim ke laboratorium Polri untuk dilakukan penelitian dan hasilnya nanti kita akan tunggu. Ini rekaman percakapan,” jelasnya.

Nantinya kata dia, setelah barang bukti percakapan itu di kirim ke Polri, penyidik akan menganalisa dan hasil analisa itu akan dikaitkan dengan barang bukti yang ada.

“Untinya nanti dalam penelitian ini tidak berbicara korban dan pelaku. Ini hanya menjelaskan nanti terkait meteri percakapan itu seperti apa. Ini hasilnya nanti dianalisa oleh penyidik dan selanjutnya dari hasil analisa penyidik ini sendiri yang dikaitkan dengan barang bukti yang ada. Jika memang sudah ada hasil penelitian ini, dan memang sudah dapat dijadikan barang bukti pendukung maka akan diajukan ke JPU sebagai berkas pelengkap perkara,” ungkapnya.

BACA JUGA : Bergulir, Berkas Kepsek ‘Pencabulan’ SMKN 1 Jeneponto Dilimpahkan

Mantan Kapolsek Tamalatea ini menambahkan, bahwa berkas perkara tersangka saat ini sudah dalam tahap I. Namun, berkas perksara itu telah dikembalikan oleh JPU untuk dilengkapi oleh penyidik Polres Jeneponto.

“Kemudian untuk perkembangan berkas perkara saat ini bahwa kasusnya ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan tahap 1 istilahnya, dan selanjutnya berkas perkara ini dikembalikan oleh JPU atau kejaksaan P19. Dan dalam berkas perkara itu ada petunjuk PJU secara tehknis yang harus dipenuhi. Sehingga saat ini berkas perkara ada dalam penyidik sementara dibenahi dan dilengkapi. Sementara penyidik berusaha memenuhi petunjuk JPU untuk melengkapi berkas perkara,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here