Status Bendungan Bili-bili Gowa Lampaui Batas Normal, Warga Diminta Tidak Ada Aktivitas

Status Bendungan Bili-bili Gowa Lampaui Batas Normal, Warga Diminta Tidak Ada Aktivitas
Foto: Kondisi Bili-bili diabadikan pada pukul 12.15 wita siang, Rabu (10/3/2021). (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, GOWA – Selama dua Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dilanda curah hujan yang deras.

Akibat curah hujan yang tinggi, elevasi air di bendungan Bili-bili mencapai batas normal.

Kapolsek Parangloe, AKP Kasmawati mengatakan elevasi saat ini mencapai 100.08 MDPL.

“Pada pukul 11.20 Wita, elevasi bendungan saat ini 100.08 MDPL dengan debit air 268,538 juta m,” kata Kapolsek Parangloe dalam keterangan tertulisnya. Rabu (10/3/2020).

Sementara elevasi bendungan Bili-bili untuk status normal adalah 99.50 mdpl atau 259.375 juta m3.

Untuk Elevasi waspada : 101,70 mdpl (vol =295.049 juta m3). Dan Elevasi siaga : 102,60 mdpl (vol = 310.345 juta m3). Elevasi awas : 103,30 mdpl (vol =322.516 juta m3), serta Elevasi Kering : 70,00 mdpl
Elveasi puncak bendungan: 106 mdpl.

“Siap betul (elevasi menuju waspada) artinya masih status aman,” terangnya.

Sementara dilaporkan pada pukul 11.02 wita sudah dilakukan pembukaan pintu air setinggi 2 meter, untuk mengembalikan ke normal, karena saat ini masih di bawa waspada 100.07.

“Ketinggian pembukaan pintu air disesuaikan dengan ketinggian air di Jenelata dan ketinggian air dari Bissua. Bila buangan pada edua tempat tersebut besar, maka bendung Bili-bili tidak boleh membuang banyak air di Sungai Jeneberang akan meluap,” tambahnya.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberan (BBWSPJ) mengimbau masyarakat agar tidak ada aktivitas di sekitar sungai Jeneberang.

“Kami mengimbau warga agar tidak panik, warga tidak melakukan aktivitas di sepanjang sungai Jeneberang baik memancing, atau menyebrang di sungai, karena kondisi cuaca saat ini sedang tidak bersahabat,” pintanya.

Penulis : Ibnu Gaffar
Editor : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!