Temukan Kami di Sini:

Spesialis Jambret, Polisi Kembali Ringkus Husein Maulana

0
Resahkan Warga, Polisi Kembali Ringkus Husein Maulana
Ditreskrimum Polda Bali mengundang residivis jambret yang meresahkan warga Denpasar, Bali, Sabtu (16/2/2020). (Foto: Antara)

SUARATURATEA.COM – Seolah tak ada kapoknya, Husein Maulana (20) kembali ditangkap polisi. Tak lama usai menjambret di Padangsambilan, Denpasar, pada Minggu (16/2/2020), dia langsung diringkus polisi. Karena berhasil melarikan diri, terhindar dari timah panas.

“Kejadiannya pada malam hari di mana pelaku langsung merampas dan mengambil barang korban yang sebelumnya sudah diincarnya, lalu pergi,” kata Direskrimum Polda Bali , Kombes Pol. Andi Fairan di Denpasar, Senin (17/2/2020).

Andi menuturkan, Tim Resmob yang memulai sidang sedang berpatroli di jalan. Saat mendengar ada teriakan orang yang meminta tolong, tim bergerak ke lokasi dan memburu kampanye.

“Saat ini kita bertanya di seputaran Padangsambian, petugas dengar teriakan meminta tolong dan langsung mengejar dan membicarakan bantuan yang tidak jauh dari TKP,” katanya.

Andi menjelaskan, setelah ditangkap, pengadilan menyetujui merampas barang-barang korban. Selain itu, menantang juga mengaku pernah menjambret di 7 TKP berbeda.

Seperti tujuh TKP tersebut adalah Jalan Taman Pancing, Jalan Sunsert, Jalan Dewi Sri, Jalan Raya Pamogan, Jalan Raya Kuta, Jalan Nakula.

Andi menerangkan, dalam menjambret, pengacara mengaku telah mengumpulkan 6 unit telepon seluler. Selain itu, pelaku kejahatan juga melakukan pencurian sepeda motor di Jalan Koswum II Kerobokan Badung.

“Ada dua korban yang sudaj melapor atas kejadian ini. Untuk kerugian materiil dari enam kasus jambret yang dilakukan demi pertanggungan jutaan kasus curanmornya sekitar Rp12.500,00,” katanya.

Andi mengatakan, korban dalam aksinya menyasar korban yang sedang lengah. Kesempatan itu ia manfaatkan untuk merampas ponsel korban, kemudian menyelamatkan diri dengan sepeda motornya.

“Dikenakan pasal yang tercakup dalam Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian,” kata Andi.

Editor : Reza

Berkomentar dengan bijak!