Temukan Kami di Sini:

Soal Bupati Bulukumba Arogan ke Mahasiswa, Ini Klarifikasinya

0
Bupati Bulukmba Bubarkan dan Tendang Ban yang Dibakar Pendemo Hinga Satpol PP Memukul
Bupati Bulukmba Bubarkan dan Tendang Ban yang Dibakar Pendemo Hinga Satpol PP Memukul

SUARATURATEA.COM, BULUKUMBA – Aksi arogan Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Muchtar Ali Yusuf di pertontonkan saat menghadapi para demostran.

Karakter aslinya pun terlihat setelah mengamuk dan menendang ban bekas milik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba saat hendak menemui pendemo di depan kantornya. Senin (14/6/2021).

Aksinya pun terekam dalam sebuah video amatir yang beredar luas di jejaring media sosial (Sosmed). Video itu berdurasi 2 menit 50 detik.

Menanggapi insiden tersebut, pemerintah daerah (Pemda) melalui Kasubag Publikasi Setda Bulukumba, Andi Ayahtullah Ahmad angkat bicara.

Dia berdalih bahwa tindakan yang sudah dilakukan oleh bupati patut diapresiasi sebab ingin menemui para pendemo.

Padahal, kata dia, Bupati saat itu tengah mengikuti vidcon tentang pembekalan kepala daerah yang dilaksanakan oleh Kemendagri.

“Ini artinya Bupati memiliki respon baik jika ada elemen masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Ia mengaku bahwa sebenarnya kegiatan vidcon yang diikuti bupati tersebut
tidak boleh ditinggalkan. Hanya saja, ia menghargai para pendemo sehingga bupati meminta izin kepada penyelenggara untuk menemui massa.

“Beliau pun turun dari ruangannya dan meminta para pendemo untuk bertemu (berdialog) di tempat parkir mobil Bupati,” jelasnya.

Kata dia, bupati sudah beberapa kali memanggil pendemo untuk berdialog. Namun, ajakan itu lantas ditolah oleh massa. Alasanya karena masih ingin orasi sembari bakar ban.

“Bupati Andi Utta sebenarnya berharap, para pendemo tidak perlu harus teriak-teriak di luar. Bisa langsung masuk di halaman kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasinya,” katanya.

Namun karena respon pendemo atas ajakan Bupati untuk berdialog tidak ditanggapi baik, maka Bupati pun langsung menemui mereka di luar pagar kantor dan menendang ban bekas milik massa. Kericuhan pun terjadi.

“Bupati menganggap para pendemo ini tidak memiliki itikad baik untuk melakukan dialog, makanya dia menendang ban yang hendak dibakar oleh pendemo,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi para mahasiswa yang mengelar aksi demo. Bagi dia, hal itu sebagai kritik membangun kepada pemerintah daerah.

Hanya saja, kata dia, adab-adab untuk menyampaikan aspirasi tidak diindahkan oleh mahasiswa.

“Terbukti, ajakan Bupati untuk berdialog tidak direspon baik oleh para pendemo, sehingga tujuan yang hendak dicapai dalam menyampaikan aspirasinya tidak terwujud, malah sebaliknya terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas,” pungkasnya.

TONTON VIDEO :

Berkomentar dengan bijak!