Siswi SMA di Gowa Minum Racun Terungkap, Ini Motifnya!

0
Siswi SMA di Gowa Minum Racun Terungkap, Ini Motifnya!
Barang bukti yang disita polisi

Suaraturatea.com, GowaPolres Gowa melalui Sat Reskrim melakukan konferensi Pers terkait perkembangan kasus siswi SMA tewas teguk racun didalam kamar.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP. Jufri Natsir didampingi Kasubbag Humas Polres Gowa dan Kepala Cabang Dinas Oendidikan Wil II Makassar Gowa membeberkan motif meninggalnya siswa tersebut.

Upaya untuk mengungkap motif bunuh diri seorang siswa disalah satu SMA di Kecamatan Manuju. Pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi.

BACA JUGA : Disdik Sebut Siswi SMA yang Minum Racun di Gowa Karena Asmara

“Diantaranya orang tua korban, tante korban, wali kelas, guru kurikulum, kepala sekolah, rekan-rekan korban,” kata Jufri. Senin (3/11/2020).

Dari hasil keterangan para saksi ditemukan fakta bahwa korban mengakhiri hidupnya karena kecewa akibat permintaan untuk dibelikan swbuah sepeda motor tidak terpenuhi.

Selain itu korban juga sering berhalusinasi dimana dari keterangan orang tua korban menjelaskan sering bermimpi seperti layaknya orang mati (jenazahnya diusung dan dimandikan).

“Dan terkait dugaan awal korban meninggal dunia disebabkan karena adanya beban berat akibat belajar daring adalah tidak benar,” terang Kasat Rrskrim AKP. Jufri Natsir.

Terkait pembelajaran Daring, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Makassar Gowa Fitri Ari Utami menjelaskan bahwa pihak sekolah selama ini tidak melakukan pembelajaran daring atau online.

BACA JUGA : Polisi Dalami Motif Bunuh Diri Siswi SMA di Gowa , Kepsek ‘Gosip Murahan’

“Mengingat sulitnya akses jaringan internet di wilayah tersebut. Sehingga, proses belajar dilakukan secara luring yaitu dengan menggunakan modul yang dibagikan oleh masing-masing guru mata pelajaran kepada seluruh siswa,” tuturnya.

Hasil jawaban siswa kemudian dikirim dalam bentuk tulisan yang selanjutnya diserahkan kembali ke pihak guru ungkap Fitri Ari Utami.

Untuk terkait pemeriksaan handphone milik korban, Kasat Reskrim menegaskan tidak ditemukan adanya fakta dari isi chatingan korban terkait asmara.

“Tidak ada hubungan asmara maupun proses belajar daring,” jelas kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir di hadapan awak media. (ilh/Sr)

Berkomentar dengan bijak!