Sidang Putusan, Perusak Pipa Pamsimas di Jeneponto Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Sidang Putusan, Perusak Pipa Pamsimas di Jeneponto Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Sidang Putusan vonis Kasus pengrusakan pipa Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Jeneponto digelar.

Sidang itu berlangsung secara virtual di ruang sidang kantor Pengadilan Negeri Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (31/03/2021).

Sidang putusan dipimpin ketua Majelis Hakim. Selain itu juga ketua Pengadilan Negeri Jeneponto Arief Karyadi, SH, M.Hum.

BACA JUGA : Terungkap Identitas Perempuan Penyerang Mabes Polri, Kelahiran 1995

Brahma mengatakan, Kedua pelaku atas nama Mappa dan Halim.

Keduanya di vonis penjara 2 tahun, 6 bulan.

“Pada sidang tuntutan, kedua terdakwa dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ),” kata Humas Pengadilan Negeri Jeneponto, Brahma.

“Tapi pada sidang putusan terdakwa divonis 2 tahun, 6 bulan” lanjut Brahma saat dikonfirmasi awak media usai digelar sidang putusan, Rabu (31/3/2021).

Sementara itu, kepala Desa Ujungbulu, Mansyur sangat berterimakasih.

Lantaran penegak hukum di Jeneponto masih dapat dibuktikan.

“Saya sangat mengapresiasi pihak Pengadilan Negeri Jeneponto, Polres Jeneponto dan Kejaksaan Negeri Jeneponto, karena hukum dapat dibuktikan. Karena hukum dapat dibuktikan, melalui sidang putusan dan terdakwa divonis 2 tahun, 6 bulan,” tuturnya.

BACA JUGA : Pelaku Pengrusakan Pipa Pamsimas Dituntut Tiga tahun Penjara Oleh Jaksa

Usai putusan sidang pelaku perusak Pamsimas digelar, Mansyur dan ratusan warganya langsung berterima kasih kepada ketua Pengadilan Negeri Jeneponto.

“Terima kasih banyak pak, karena hukum di Jeneponto masih bisa dibuktikan”. Ungkap Mansyur.

Selain mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak pengadilan, Mansyur dan ratusan warganya juga mendatangi Kantor Mapolres Jeneponto dan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto.

BACA JUGA : Dibuktikan di Kejari dan Polres, Pengrusakan Pipa di Jeneponto Mandek di Polsek Kelara. Kenapa?

“Kita datang di Polres dan Kejaksaan untuk mengucapkan terima kasih karena hukum hari ini mampu dibuktikan.” Ungkap Mansyur.

Sebelumnya kasus pengrusakan pipa pamsimas terjadi di Kampung Bontomanai, Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada awal Maret 2018.

Kasus tersebut sempat ditangani kepolisian Polsek Kelara. Namun mandet, hingga akhirnya kasus tersebut dialihkan penyidikannya ke Polres Jeneponto dan penyidik menetapkan Mappa dan Halim tersangka.

Berkomentar dengan bijak!