Seminggu Pasca Kebakaran, Tujuh Legislator Dapil Bangkala Ogah Bantu Korban Kebakaran Pasar Allu

0
Beginilah Lapak Darurat Pedagang Pasar Allu pasca Kebakaran hanya menggunakan atap seadanya

Krg.Lomba/Jurnalis

TURATEANEWS.comJENEPONTO–Seminggu sudah terbakarnya pasar Allu yang berada di poros jalan Jeneponto-Makassar, Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, pada Sabtu 6 Agustus lalu. Saat ini ratusan pedagang yang menjadi korban kini terpaksa berjualan dagangan di depan pasar Allu yang kini sudah ludes dilahap api.

Belum ada bantuan dari Pemerintah daerah untuk membuatkan lapak-lapak tempat berjualan. Bukan hanya pemerintah yang tidak berikan bantuan. Sembilan orang anggota DPRD dari daerah pemilihan IV Kecamatan Bangkala, cuma dua orang Anggota legislator Jeneponto asal Bangkala yang memberikan bantuan beruapa Kayu dan Seng untuk membangun lapak darurat. Keduanya, Kaharuddin Mustamu (Fraksi Demokrat) dan Emilia Yolanda (Fraksi Golkar)

Sedangkan tujuh orang anggota Dewan tidak memberikan satu pun bantuan baik berupa Kayu, tenda dan Seng untuk membangun tempat berjualan darurat. Para pedagang membuat lapak darurat hanya bantuan dari pribadi seorang dermawan yang juga istri Wabup secara pribadi. Kendati demikian,

Ironisnya, para pedagang kini berjualan di lapak darurat dengan menggunakan bale-bale sebagai tempat duduk mereka. Mereka berjualan di bawah teriknya panas matahari serta apabila malam hari para pedagang dengan pasrah membungkus dagangannya dan membawa pulang ke rumahnya.

“Ya, lihat saja pak, begini lah kondisi kami berjualan saat ini. Pasca seminggu kebakaran belum ada bantuan dan pembangunan pasar Allu kembali oleh Pemkab Jeneponto. Cuma ada bantuan pribadi dari seorang dermawan yang juga istri Wabup,” terang Liwang,40, salah seorang pedagang campuran yang menjadi korban kebakaran.

Diungkapkan Liwang, saat ini belum ada kepastian dari Pemerintah daerah melakukan memperbaiki pasar yang terhadap para pedagang menjadi korban kebakaran. Padahal, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, seminggu lalu, menyambangi saat peristiwa kebakaran terjadi, berjanji akan membangun secepatnya pasar Allu dan membuatkan lapak lapak untuk berjualan. Tak hanya itu, para pedagang juga belum mendapatkan santunan atau bantuan dalam kebakaran pasar Allu tersebut.

” Belum pak. Harapan palsu yang diberikan kepada kami mengenai pembuatan lapak dan pembangunan pasar secepatnya, Bahkan sampai detik ini Pemkab terlihat ingkar janji terhadap nasib pedagang pasar Allu,” ungkapnya sembari menyebutkan dalam musibah kebakaran membuatnya terlilit utang, sebab barang dagangan telah ludes terbakar. (***)

Baca Juga :

Ngaku PNS Pariwisata Jeneponto, Bohongi Polisi Saat Hendak Ditilang

Antisipasi Kelompok Tani “Siluman” Kades Langkura Kumpulkan warganya

Gunakan Anggaran Milyaran, Proyek “Taman Turatea”Tak Gunakan Perbup

Berkomentar dengan bijak!