Sejumlah Proyek APBN Terancam Dihentikan, Terkait Pemangkasan Anggaran Tahap Dua

0
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono Rela Anggarannya Dipangkas Kedua Kalinya

Krg Lomba / Jurnalis

TURATEANEWS.com,JAKARTA-Sejumlah proyek yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2016,terancam tidak dilaksanakan tahun ini.

Pasalnya, Pemerintah telah sepakat untuk memangkas kembali anggaran APBN 2016, tahap dua, sebesar Rp133,8 triliun, yang berasal dari anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp65 triliun, dan anggaran transfer daerah yang sebesar Rp 68,8 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pemangkasan anggaran tersebut akan berdampak pada proyek-proyek PUPR yang dianggap nonprioritas dan proyek yang belum masuk kontrak.

“Tapi sudah diarahkan yang harus dihemat itu perjalanan dinas, rapat di luar kantor, software, pembangunan gedung yang tidak urgent, itu kegiatan agar dihemat,” kata Basuki di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Basuki melanjutkan, meski sudah ada sektor-sektor yang harus dipangkas anggarannya, proyek-proyek yang belum masuk tender dan juga tidak prioritas akan dihentikan. “Itu tadi bangsa perjalanan dinas, kemudian (proyek) yang belum kontrak,” tambahnya.

Dari total pemangkasan anggaran K/L Rp 65 triliun, Basuki menyebutkan, untuk Kementerian PUPR masih belum mendapat instruksi pemangkasan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berapa besar angkanya. “Periode sekarang nanti dihitung beliau mungkin satu atau dua hari ini baru dikasih tahu beliau,” tukasnya. (***)   

Baca Juga :

Anggaran APBN 2016 Kembali Dipangkas, Senilai Rp 133,8 Triliun

Gaptek, 40 Anggota DPRD Jeneponto Tak Mampu Fungsikan Laptop

Kejati Sulsel Periksa Bupati Jeneponto “Dana Aspirasi Jilid II”

Berkomentar dengan bijak!