Temukan Kami di Sini:

Sejak Penerapan e-tilang Polisi Menindak 1.839 Pengendara di Jeneponto

0

JENEPONTO, BINAMU– Satlantas Polres Jeneponto Polda Sulsel, telah menerapkan e-tilang bagi pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran lalu lintas sejak 1 Maret 2017 lalu.

Setiap pelanggar lalu lintas yang terjerat e-tilang boleh memilih untuk membayar denda pelanggaran di bank terdekat atau sidang di hari lain.

Penerapan sistem yang belum lama diluncurkan itu polisi telah menindak pelanggar aturan berlalu lintas sebanyak 1.839 pengendara baik motor maupun mobil.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto, AKP Morens DN melalui unit Pelayanan e-tilang Brigadir Kepala Muh. Ayyub menerangkan sistem e-tilang memudahkan petugas saat memberi tilang kepada pelanggar.

“Penindak (Polisi) tinggal memasukkan data pelanggaran yang dilakukan pengendara pada sebuah aplikasi tabel elekronik,” kata Muh. Ayyub, Kamis (19/10/2017) siang.

Dijelaksannya, data pelanggaran antara lain bentuk pelanggaran dan pasal yang dikenakan. Tidak lama kemudian akan muncul nominal denda yang harus dibayar pelanggar sesuai bentuk pelanggarannya.

Selain itu, sambungnya, pada tabel juga akan tertera nomor Briva yang nantinya digunakan untuk syarat pembayaran melalui Bank BRI maupun ATM.

“Sebelum di tilang rekan kami menjelaskan kepada pelanggar tentang dasar hukum dan ketentuan e-tilang terlebih dahulu. Setelah itu, pelanggar bisa langsung membayar denda, boleh melalui ATM yang kami sediakan atau bank terdekat,”kata Bripka Muh. Ayyub menjelaskan

Namun pelanggar juga diperbolehkan untuk membayar di kemudian hari, maksimal tiga hari atau mengikuti sidang di pengadilan pada hari yang ditentukan.

Setelah itu, pelanggar bisa mengambil kendaraan atau barang bukti pelanggaran yang masih disita oleh petugas dengan menunjukkan lembar bukti pembayaran.

Menurut Ayyub, penerapan e-tilang ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada pelanggar, sekaligus sebagai bentuk transparansi dan profesionalitas petugas dalam penegakan hukum.

Sistem ini telah diterapkan oleh setiap personel lalu lintas polres Jeneponto.

“Kami ingin memberikan kepastian hukum kepada pelanggar, transparansi kepada pelanggar bahwa petugas berupaya profesional dalam hal penerapan denda tilang,” katanya

Adapun pelanggaran yang kerap dilakukan pengendara antara lain karena tidak mempunyai SIM, STNK, tidak mengenakan helm, tidak ada kelengkapan teknis seperti spion, knalpot dan pelanggaran lainnya.

Penerapan yang dilakukan pihak Satlantas Polres Jeneponto sebagai upaya penegakan hukum, demi keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran berlalu lintas.(SCB/LDS)

Berkomentar dengan bijak!