Satu Kampung di Takalar Jadi Milyader, Borong Mobil Mewah dan Motor

0
Satu Kampung di Takalar Jadi Milyader, Borong Mobil Mewah dan Motor
Suasana di kediaman salah seorang milyader

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – Warga di salah satu perkampungan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan mendadak jadi milyader usai menerima ganti rugi lahan pembebasan lahan proyek bendungan.

Pasca menerima bayaran ganti rugi lahan, warga setempat beramai-ramai membeli mobil mewah hingga sepeda motor.

Lokasi pembebasan itu terletak di Desa Kalekomara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

BACA JUGA : VIDEO: Warga Gowa Tenggelam Berhasil Ditemukan SAR Gabungan

Herlina (38), salah satu warga yang juga menerima imbalan ganti rugi ini, pihaknya menerima uang senilai 1 Miliar.

“Lebih 1 Miliar, kalau saya sendiri, sudah beli motor dua unit, mobil satu,” kata Herlina. Kamis (20/5/2021).

Pembebasan lahan ini menjadi sorotan lantaran warga setempat beramai-ramai membeli kendaraan, selain itu juga telah membeli lahan di tempat lain.

BACA JUGA : Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Jeneberang

Lahan tersebut diketahui akan menjadi tempat penggagasan proyek bendungan Pammukkulu, Kabupaten Takalar yang akhirnya dibeli dan mendadak menjadi Milyader.

“Sudah juga saya beli tempat di daerah Butta Didia, pindah dusun,” terang herlina.

Sementara luas lahan milik Herlina sendiri nyaris sampai 1 Hektar.

“Hampir satu hektar. Kalau diperhitungkan Rp30 ribu permeter, selain rumah juga ada sawah,” bebernya.

BACA JUGA : Freman Ada di Kantor Polisi Usai Bawa Kabur Uang, Akankah Jadi Tersangka

Selain itu, sejumlah sepeda motor yang baru dikeluarkan tampak tengah terparkir di setiap sudut halaman rumah warga.

Warga mengaku, selain membeli kendaraan, mereka juga membeli lahan hunian baru. Pasalnya, perkampungan mereka kelak akan tenggelam sebagai lokasi penampungan air bendungan.

“Ada sekitar kurang lebih Rp800 juta yah. Itu dipergunakan ada untuk investasi, beli kendaraan dan lahan. Alhamdulillah satu mobil satu motor,” ungkap Jumaris.

Berkomentar dengan bijak!