Temukan Kami di Sini:

Satpol PP yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Dicopot Dari Jabatannya

0
Satpol PP yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Dicopot Dari Jabatannya
Satpol PP yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Dicopot Dari Jabatannya

SUARATURATEA.COM, GOWA – Pasca penonaktifan jabatan, kini Mardani juga diganjar pencopotan dari jabatan sebagai Sekretaris Satpol PP di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pencopotan jabatan ini pasca insiden penamparan yang dilakukan kepada pasangan suami istri yang merupakan pemilik warkop di Jalan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

“Saya Copot (Mardani dari Jabatan Sekretaris Satpol PP),” tegas Adnan dalam keterangannya. Sabtu (17/7/2021).

BACA JUGA: Pelaku Penamparan Wanita Hamil di Gowa di Nonaktifkan dari Jabatannya

Pencopotan Mardani dari Sekretaris Satpol PP berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gowa.

“Hari ini Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat, atas pemeriksaan Sekretaris Satpol PP, Mardani Hamdan telah diserahkan ke Saya. Setelah melalui pemeriksaan maraton oleh Inspektorat,” tambah Adnan.

Dari hasil pemeriksaan itu, Adnan mengaku bahwa yang bersangkutan telah melanggar kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).

BACA JUGA: Berbagi Kasih, Dapur So’na di Gowa Bagikan Paket Makan Gratis ke Tenaga Nakes dan Tukang Bentor

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mardani telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu, hari ini, Sabtu, 17 Juli, yang bersangkutan saya copot dari jabatannya,” tandas Adnan.

Diketahui, pada Jumat (16/7/2021), jajaran Sat Reskrim Polres Gowa juga telah menetapkan Mardani sebagain tersangka.

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffarudin mengatakan, penahanan dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani proses pemeriksaan di tubuh internal ASN Pemda Gowa. Dalam hal ini adalah Inspektorat.

BACA JUGA: Oknum Satpol PP, Mardani yang Tampar Pemilik Warkop di Gowa Ditetapkan Tersangka

“Iya belum (penahanan) untuk saat ini, tapi statusnya sudah tersangka. Kita tunggu nanti dari pihak internal Pemda (inspektorat) nanti diserahkan ke kita (pasca diberi sanksi internal),” kata Perwira melati dua itu, Jumat (16/7/2021). (**)

Berkomentar dengan bijak!