Temukan Kami di Sini:

Saling Lempar ‘Bola’, Utang Limbah Medis di Jeneponto Diminta Segera Dilunaskan

0
Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin menanggapi pernyataan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar terkait pelunasan utang pengelolaan limbah medis B3 Non Covid-19.

Menurutnya, pihak Rumah Sakit dan PT Primanru Jaya telah membuat nota kesepakatan.

“Belum ada penyelesaian tetapi sudah ada kesepakatan. Jadi mereka sudah ada kesepakatan pembicaraan antara pihak perusahaan dengan pihak rumah sakit,” ujarnya. Senin (27/9/2021).

Kendati begitu, hal ini berbanding terbalik antara bupati dan sekda. Dimana dalam persoalan ini Iksan Iskandar belum tahu menahu soal utang ini. Namun, sekda memberikan keterangan yang berbeda.

“Setelah ada perintah bupati untuk hari ini. Saya diminta untuk memanggil mereka (kedua bela pihak),” tegas Syafruddin Nurdin.

Syafruddin Nurdin mengaku, jika pihak perusahaan saat itu mengangkut limbah medis tanpa ada pemberitahuan ke pihak RSUD Latopas.

“Jadi rupanya waktu covid mereka itu mengangkut tanpa konfirmasi ke pihak pengelolanya sehingga dia hanya dapat laporan sekian kubik yang sudah kita angkut dan dia itu tak dianggarkan.” bebernya.

Ia juga menambahkan, persoalan ini akan segera diselesaikan. Bahkan juga untuk menyelesaikan BPJS perbulan.

“Mereka sudah melakukan kesepakatan dan akan menyelesaikan perbulan setelah BPJS cair,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi ulang kapan permasalahan itu akan dituntaskan,  Syafruddin Nurdin mengaku targetnya itu sesuai dengan tanggal perjanjian itu.

“Kalau anggaran BPJS cair maka akan dibayarkan. Cair bayar lagi, lalu dibayar lagi,” pungkas mantan kadis kesehatan itu.

Secara terpisah, diungkapkan oleh  PT Primanru melalui Januar Irianto jika ia membantah pembayaran itu akan diselesaikan secara kredit.

Dirinya mengaku, pada tanggal (15/9/2021) lalu, pihaknya melakukan  pertemuan dengan direktur RSUD di rumah dinas sekira pukul 07.30 Wita malam.

“Direktur RSUD drg Bustamin memohon kepada saya agar diberi kesempatan untuk melakukan pembayaran dua kali yaitu Rp200 Juta akhir september dan sisanya 259 Juta, sebelum akhir desember 2021,” akunya kepada wartawan.

Saat itu PT. Primanru Jaya menyetujui permintaan direktur RSUD dengan catatan harus di buat kesepakatan tertulis dan di setujui oleh direktur berjanji akan di buatkan pada tanggal (16/9/2021) lalu.

“Setelah saya baca secara seksama surat komitmen bayar tidak jelas isinya sebab tidak ada jumlah utang yang yang tertuang didalamnya baik uang muka yang mau di bayar, tidak ada tanggal pembayaran DP dan tanggal pelunasan,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam surat yang sebagaimana disepakati. Dia mengaku, tidak ada komitmen yang disetuujui.

“Saya tidak pernah dilibatkan dalam isi komitmen itu dan saya lanjutkan laporan kepada atasan direktur dinas terkait. Kami sudah cukup sabar menanti pembayaran selama 15 bulan lamanya, sejak bulan juni tahun lalu hingga saat ini,” tutup Januar Irianto.

Sebelumny, Iksan Iskandar, Bupati Jeneponto angkat bicara soal terkait penyelesaian pembayaran pengelolaan limbah medis B3 milik RSUD Lanto daeng Pasewang Jeneponto.

Pembayaran pengelolaan limbah medis B3 non Covid-19 milik RSUD Jeneponto rupanya tak kunjung diselesaikan dengan pihak PT Primanru Jaya.

Bupati jeneponto yang mendengar informasi itu sontak kaget dan mengaku tidak tahu perihal tersebut. Hal itu dirinya langsung mengkoordinasikan pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang untuk meminta klarifikasi.

“Katanya Kepala Rumah Sakit sudah berbicara dengan yang berurusan. Perbulan, cicil katanya. Tanya sekda, sekda lebih tahu soal itu, saya tidak tahu soal limbah medis itu,” ungkapnya. Senin (27/9/2021).

Saat dikonfirmasi ulang soal kapan target permasalahan itu akan diselesaikan, Iksan mengaku rencana waktu belum ditentukan hingga kapan.

“Saya tidak tahu itu yang begituan,” singkat bupati dua periode itu. (**)

Berkomentar dengan bijak!