Rusak Fasilitas di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, 13 Mahasiswa Tersangka

0
Rusak Fasilitas di Gedung Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, 13 Mahasiswa Tersangka
Sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa saat memasuki ruang paripurna Gedung DPRD Makassar.

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar kini menetapkan 13 orang Mahasiswa sebagai tersangka atas kasus pengrusakan di ruang paripurna kantor DPRD Kota Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, 13 tersangka ini sudah ditahan di Polrestabes Makassar.

“Update kasus pengrusakan ruang rapat paripurna DPRD Kota, hasil gelar perkara dari 16 yang diamankan 13 orang ditetapkan jadi tersangka, 3 orang jadi saksi,” kata Agus via seluler saat dihubungi media, Kamis (3/9/2020).

Kata Agus, ke-13 oknum mahasiswa ini sudah dilakukan penahanan berlaku sejak hari ini.

“13 orang yang di tetapkan tersangka telah di lakukan upaya paksa berupa penangkapan dan penahanan. Langkah penyidik selanjutnya merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke JPU,” ujar Agus.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, mengamankan belasan mahasiswa terkait pengrusakan fasilitas yang berada di ruang paripurna kantor DPRD Kota Makassar. Selasa (1/9/2020) pagi tadi.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriyadi Idrus membenarkan perihal belasan mahasiswa yang diamankan tersebut. Ia mengatakan sedikitnya ada 16 orang mahasiswa yang kini ada diruang pemeriksaan Satreskrim Polrestabes Makassar.

“Ada 16 orang yang diamankan, sementara dilakukan pemeriksaan. Di lokasi kejadian juga sementara dilakukan olah TKP,” kata Edhy sapaan akrab Kompol Supriyadi Idrus via selulernya.

Kata Edhy, belasan mahasiswa itu melakukan aksi pengrusakan karena merasa tidak puas dengan kinerja para wakil rakyat tersebut.

“Mulai Kemarin itu dia demo, kemudian dia bermalam, tidak merasa puas dengan apa yang dia inginkan. Dia naik dilantai 3 itu kan kosong, ruang paripurna itu (merusak),” ungkapnya.

Penulis : Tahir
Editor : Reza

Berkomentar dengan bijak!