Rentetan Serangan Roket di Afghanistan di Tengah Perundingan Damai

0
Rentetan Serangan Roket di Afghanistan di Tengah Perundingan Damai
Bangunan yang hancur akibat serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 13 November 2020. (Foto: dok) | VOAIndonesia

SUARATURATEA.COM – Rentetan serangan roket menghantam wilayah Kabul bagian tengah di Afghanistan pada Sabtu (20/11). Serangan dilancarkan ketika perundingan damai sedang dalam proses.

Dilansir AFP, Sabtu (21/11/2020), rentetan ledakan tersebut didengar langsung oleh koresponden AFP yang ada di Kabul.

Mulanya, alarm terdengar meraung-raung di area kedutaan, kawasan bisnis di dalam, dan sekitar Zona Hijau yang dijaga ketat karena menampung puluhan perusahaan internasional dan para pekerja mereka. Dilaporkan delapan orang tewas dalam serangan ini.

“Para teroris menembakkan 23 roket ke Kota Kabul. Berdasarkan informasi awal, delapan orang menjadi martir dan 31 lainnya terluka,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian seperti dilansir AFP, Sabtu (21/11/2020).

Dia menyalahkan Taliban atas serangan itu. Sumber polisi juga mengkonfirmasi jumlah korban tersebut.

Rentetan serangan roket itu menghantam wilayah Kabul Afghanistan di bagian tengah dan utara sebelum pukul 09.00 waktu setempat.

“Pagi ini, teroris menembakkan 14 roket ke Kota Kabul,” ujar Tariq Arian.

Ledakan itu terjadi menjelang pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan negosiator dari Taliban serta pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar.

Ada gelombang kekerasan yang terus berlanjut yang telah menyebabkan pembantaian di seluruh Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir. Belum ada kelompok atau pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Taliban diketahui telah berjanji untuk tidak menyerang daerah perkotaan di bawah ketentuan kesepakatan penarikan pasukan AS, tetapi pemerintah Kabul menyalahkan pemberontak atau wakil mereka atas serangan baru-baru ini di Kabul.

Para juru runding pemerintah Taliban dan Afghanistan melakukan pembicaraan damai pada September, tetapi kemajuannya lambat.

Berkomentar dengan bijak!