Rentetan Aksi Bela Nabi, Pemda Cari Produk Prancis di Jeneponto untuk Diboikot

0
Rentetan Aksi Bela Nabi, Pemda Cari Produk Prancis di Jeneponto untuk Diboikot
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jeneponto melakukan aksi damai membela Nabi SWT.

Aksi itu dipusatkan di Lapangan Passamaturukang, Kecamatan Binamu pada Minggu (8/11/2020) kemarin.

Aksi itu lahir sehubungan pernyataan presiden prancis yang menghina Nabi Muhammad SAW. Massa mengecam peryataan tersebut.

Selama aksi berlangsung mereka terus mengumandangkan sholawat Nabi SAW serta di selingi dengan takbir.

Massa mengusung sejumlah poster-poster berisi tulisan mengecam terhadap pernyataan Presiden Prancis.

Jenderal lapangan (Jendlap) aksi, Abdul Jalil mengatakan, pihaknya mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi SAW.

Dirinya juga menuntut pemerintah daerah (Pemda) Jeneponto untuk segera memboikot segala jenis produk prancis dengan cara tidak menjual dan membeli.

“Seluruh kaum muslima dan pemerintah untuk memboikot segaja jenis produk dari negara prancis dalam bentuk tidak membeli dan menjual produk negara tersebut,” ujarnya dalam orasinya.

Selain itu, dirinya juga mengajak pemerintah untuk tidak tinggal diam atas pembuatan Majala Charlie Hebdo dan Presiden Prancis.

“Kami menuntut kepada pemerintah untuk tidal tinggal diam atas pembuatan Majala Charlie Hebdo dan pemerintah Prancis yang dapat dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Nabi,” pungkasnya.

Tuntutan para pendemo tersebut kemudian mendapat respon hangat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto.

Respon itu diungkapkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Syafruddin Nurdin. Ia mengatakan, bahwa aspirasi dari aliansi umat islam jeneponto telah diagendakan dan masuk dalam pembahasan coffe morning.

“Tadi telah diagendakan dan masuk dalam agenda pembahasan coffe morning atas tanggapan pemerintah dan hasilnya telah di serahkan ke Kesbangpol untuk dipelajari terlebih dahulu,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020).

Syafruddin juga menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh aksi solidaritas tersebut.

“Pemerintah Jeneponto yang notabe adalah umat islam juga ikut memberikan apresiasi terhadap aksi solidaritas. Perlu kita ketahui juga pemerintah secara keseluruhan melakukan pengecaman terhadap kondisi ini. Dan itu juga dirasakan oleh pemerintah Kabupaten Jeneponto,” pungkasnya.

| Penulis : Arya Pratama
| Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!