Temukan Kami di Sini:

Regulasi Belum Jelas, Ribuan Calon Jamaah Haji Masih Mengambang

0
Kabid Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Ali Yafid

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO- Sebanyak 7.727 ribu Calon Jamaah Haji asal Provinsi Sulawesi Selatan hingga saat ini nasibnya masih mengambang.

Termasuk 339 Calon Jamaah Haji asal Kabupaten Jeneponto.

Alhasil, ratusan jamaah haji yang terdaftar masih harus nenunggu regulasi baru dari pemerintah sehingga Kementerian Agama (Kemenag) menggencarkan sosialisasi.

Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Ali Yafid mengatakan sosialisasi ini merupakan kebijakan pemerintah.

” Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini agar masyarakat mengetahui secara jelas dan memahami keputusan pemerintah karena ini menyangkut persoalan kemanusiaan maka dikeluarkan KMA Nomor 660 Tahun 2021,” ujarnya saat ditemui di gedung Sipitangarri. Selasa, (12/10/2021).

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini merupakan kebijakan yang bertujuan dengan informasi yang beredar.

” Untuk menangkal peredaran informasi yang tidak benar berkenaan dengan kebijakan pembatalan pemberangkatan jamaah haji,” ucapnya.

Bahkan kata dia, banyak CJH yang mengeluh dan mengatakan kenapa ada pembatalan jamaah haji dan mengapa tak ada pemberangkatan bahkan saat KMA Nomor 660 keluar banyak pihak yang menyalahkan karena menganggap terlalu cepat.

” Mereka bertanya itu wajar karena mereka tidak tahu apa sih tujuannya KMA 660 ini tapi Alhamdulillah, setelah kami jelaskan prosesnya, kerjaan  Kemenag tim krisis haji sudah bekerja semaksimal mungkin untuk memetakan penyelenggaraan jamaah haji tapi apa boleh buat tanggal 03 Juni menteri sudah menandatangani namun mereka sudah paham dan menerima dengan baik” jelasnya.

Saat dikonfirmasi balik kapan kepastian pemberangkatan jamaah haji akan dilakukan.

” Itu tidak bisa kita pastikan, yang jelas bagaimana pandemi ini cepat selesai,” Kami hanya sampaikan ke warga bantu pemerintah untuk menurunkan Covid-19,” tambahnya.

Menurutnya, jika warga ingin cepat maka harus sosialisasi prokes, sosialisasi vaksinasi maka situasi akan membaik. Jika semua vaksinasi sudah dilakukan dan memenuhi target pemerintah maka semuanya bisa berjalan secara normal,

” Pembatalan haji ini memang hanya terkendala pandemi Covid-19 sehingga penyelenggaraan jamaah haji ini hanya terlaksana di internal Arab Saudi saja,” tuturnya.

Meskipun demikian, setelah menelisik situasi saat ini gejala Covid-19 kian  menurun maka hasilnya Umroh sudah dibuka.

” Kemarin Kementerian Luar negeri sudah menyampaikan jika Indonesia sudah diizinkan masuk namun tidak serta merta kita sampaikan jika akan cepat terlaksana tapi kita masih menunggu regulasi dari kementerian agama untuk menjadi persyaratan Pemerintah Arab Saudi untuk beribadah. Jadi kita tunggu hasil regulasi dari pemerintah agar kita bisa sosialisasikan seperti ini syarat untuk pemberangkatan jamah haji maupun Umroh,” pungkasnya.(**).

Berkomentar dengan bijak!