Punya 12 Kios, Ibu Ini Marah Hanya Dapat 1 Kios Pasca Pasar Karisa Terbakar

0
Punya 12 Kios, Ibu Ini Marah Hanya Dapat 1 Kios Pasca Pasar Karisa Terbakar
Erni dg Ngai saat marah-marah saat pembagian kios di Pasar Karisa Jeneponto

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Erni dg Ngai, Warga Perumahan Empoang, Jeneponto menolak keras pembagian lods-kios yang dibagikan Pemerintah Kabupaten.

Pasalnya ia tak menerima jika dirinya hanya mendapatkan satu petak lods-kios.

“Na punna se’re-ja petak na nusareanga (jika pihak pemerintah hanya memberikan satu lods), jualanku bukan untuk satu petak, jualanku saya mainan,” teriak Erni dg Ngai dengan emosi, Jumat (02/10/2020).

Dirinya mengaku ia memiliki kios sebanyak 12 sebelum insiden Pasar Tradisional Karisa kebakaran.

“Makana ammalia kios (maka dari itu saya membeli kios),” tegas Erni.

Sebelumnya Wakil bupati Jeneponto, Paris Yasir bersitegang dengan salah seorang warga di wilayah Pasar Karisa Jeneponto, pasalnya ia tak terima pembagian lods kios pasca kebakaran.

Salah seorang warga itu bersitegang dengan wabup Jeneponto, Paris Yasir dihalaman Terminal Pasar Karisa.

Warga yang melakukan protes terhadap pembagian lods kios ini tidak menerima jika dirinya hanya mendapatkan satu lods.

“Sama-sama kena” tegas Paris saat bersitegang sambil memukul meja didepannya.

Warga yang belakangan diketahui identitasnya itu adalah Erni dg Ngai, ia salah satu warga Perumahan Empoang, Jeneponto.

Diketahui, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar telah menunjuk Wakilnya, Paris Yasir dalam rapat terbatas itu sebagai Ketua Tim Relokasi Pemulihan pasar tradisional Karisa Jeneponto.

“Semua diatur secara baik, dan kesampingan ego masing-masing, pemerintah akan tetap hadir disetiap kebijakan untuk kemaslahatan bersama,” kata Bupati Iksan Iskandar.

Penulis : Ilham
Editor   : A. Syahrul Khair

Berkomentar dengan bijak!