Puluhan Kegiatan Fiktif “Diselundupkan” di APBD Jeneponto 2016

0
Rapat Paripurna Penetapan APBD Jeneponto beberapa waktu lalu

Kr Lomba / Jurnalis

TURATEANEWS.com JENEPONTO–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jeneponto tahun anggaran 2016 yang baru saja ditetapkan bersama antara legislatif dan eksekutif melalui sidang paripurna, beberapa hari lalu. Terindikasi adanya penumpang gelap dalam APBD 2016.

Penumpang gelap yang dimaksud adalah kegiatan atau proyek fiktif yang masuk dalam APBD tanpa melalui rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) SKPD Jeneponto. Akibatnya tim evaluasi APBD Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov ) Sulsel, mengembalikan APBD tersebut ke Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jeneponto, untuk dilakukan pencoretan terhadap penumpang gelap yang diselundupkan masuk dalam APBD 2016.

tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin sekertaris kabupaten (Sekkab) Mu h Syarif bersama ketua DPRD Jeneponto Muh Kasmin Makkamula sekalu ketua Banggar DPRD Jeneponto, membawa draf APBD Jeneponto untuk menjalani proses verifikasi ke Pihak Pemprov Sulsel.  Rombongan diterima oleh Kabid Pembinaan evaluasi APBD Kab/ kota Pemprov Sulsel, Nurhaedah di kantor Gubernur Sulsel. 

Baca : Pada Akhirnya, APBD Jeneponto 2016 Ditetapkan, Defisit Rp 29.58 Miliar 

Dari hasil evaluasi tim verifikasi ditemukan adanya penumpang gelap 28 item kegiatan atau proyek yang tidak masuk dalam RKPD SKPD Pemkab Jeneponto, tanpa sepengetahuan Banggar DPRD dan TAPD. Namun termuat atau diselundupkan di APBD Jeneponto 2016.

Selain itu, tim verifikasi juga menemukan adanya perubahan angka defisit keuangan daerah diatas ambang batas 3,2 persen. Tidak sesuai dengan peraturan menteri keuangan (Permenkue) RI  yang membolehkan defisit cuma 3 persen. Akibat adanya penumpang gelap didalam APBD Jeneponto, tahun anggaran 2016. Namun setelah dilakukan perubahan oleh oknum tertentu di Pemkab Jeneponto,  defisit keuangan Jeneponto mengalami penambahan, sekitar Rp 42.1 miliar.  

Baca  :  Defisit Membengkak, APBD Jeneponto 2016 Gagal Disahkan 

Padahal saat dilakukan penetapan APBD melalui rapat paripurna, beberapa waktu lalu. Defisit keuangan daerah Jeneponto cuma dibawa ambang batas, sekitar 2, 98 persen. Dari total APBD Jeneponto, sebesar Rp 1,355  Triliun, atau sekitar Rp  29. 58 Miliar.   

Menurut Kepala bidang (Kabid) Pembinaan evaluasi APBD kabupaten/ kota Pemprov Sulsel, Nurhaedah dalam rapat verifikasi APBD Jeneponto.  “Meminta Banggar DPRD dan TAPD Jeneponto mencoret 28 kegiatan yang diselipkan masuk dalam APBD tanpa melalui proses RKPD,” katanya.   

Sekarang pemerintah, kata Nurhaedah harus menganut target hasil ( Outcome) sebuah kegiatan atau visi daerah dapat dicapai melalui sinergi program dan kegiatan antar SKPD. Bila Pemkab Jeneponto tidak mau tersandung hukum,  28 item kegiatan yang  tidak masuk dalam RKPD, sebaiknya dicoret. Pasalnya, APBD kabupaten/ Kota diawasi ketat oleh BPK RI dan KPK. Jadi  dia  harapkan jangan ada yang tersangkut masalah hukum.   

Dia menambahkan, supaya Pemda Jeneponto mengurangi defisitnya sampai 3 persen, jadi diharapkan keseriusan Pemkab Jeneponto menurunkan tingkat defisitnya.  jangan lagi ada defisit dirubah yang ditetapkan melalui Paripurna DPRD. 

Ketua DPRD Jeneponto Muh Kasmin Makkamula mengakui, setelah dilakukan verifikasi APBD Jeneponto, dikembalikan ke Banggar DPRD dan TAPD oleh tim evaluasi APBD Kabupaten/ Kota, Pemprov Sulsel.

Terkait adanya penambahan kegiatan proyek sekitar Rp 3 miliar yang tidak masuk dalam RKPD SKPD. Namunn dimasukkan dalam APB, tanpa melalui proses pembahasan anggaran di banggar DPRD Jeneponto, sudah masuk pelanggaran bila mengacu pada regulasi yang ada. 

Namun setelah duduk bersama antara banggar DPRD dan TAPD Jeneponto dan mengeluarkan kegiatan yang diselipkan masuk ke APBD. Saat ini APBD sudah cocok sesuai hasil paripurna beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat ini,  kita akan serahkan  kembali APBD ke tim verifikasi di Pemprov Sulsel.

Berita Terkait : 

KPJ Ancam Alihkan Penanganan Korupsi RSUD Jeneponto Ke Kejati Sulselbar 

Kisruh Dugaan Penyalahgunaan APBD RSUD Jeneponto 

Investigasi : Skandal Terminal Karisa Jeneponto (1)

Andi Mappatunru : Pendapatan Meningkat Namun Terjadi “Defisit” 4 Persen

 

Berkomentar dengan bijak!