Temukan Kami di Sini:

PT Primanru; RSUD Jeneponto Enggan Bayar Utang

0
Ilustarasi

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO — PT. Primanru Jaya melalui Januar Irianto keluhkan pihak Managemen Rumah Sakit Umum Lanto Daeng Pasewang  Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, keluhan itu didasari mengingat pihak RSUD Lanto Daeng Pasewang hingga kini enggan menyelesaikan pembayaran pengelolaan limbah medis B3 non Covid-19.

Menurut PT Primanru Jaya melalui Januar Irianto mengatakan jasa biaya pengelolaan limbah RSUD Latopas hingga saat ini masih memiliki utang jasa.

” Hingga saat ini pihak RSUD Latopas belum membayar Pengelolaan limbah medis B3 jasa non Covid sebesar Rp. 450 Juta, bahkan mereka sering ingkar janji,” ujarnya kepada wartawan. Senin, (20/9/2021).

Bahkan, kata dia, PT Primanru Jaya merasa aneh kepada pihak RSUD lanto Daeng Pasewang pasalnya sudah menerima pembayaran dari pihak  BPJS.

” Kami merasa aneh kepada pihak RSUD Latopas lantaran pembayaran pihak BPJS sudah dibayarkan sejak tanggal (20/8/2021) lalu sebesar Rp 5,7 Milyard. Namun, kami sayangkan pembayaran untuk limbah medis jasa non covid dari PT Premanru Jaya hingga kini belum menerima uang sepeserpun,” jelasnya.

Padahal pekan lalu, kata dia, direktur RSUD  sudah memerintahkan  pihak PPATK untuk membayar utang jasa tersebut.

” drg Bustamin sudah memerintahkan bahkan meyakinkan Fitri (PPATK) untuk membayar jasa pengelolaan B3 Premanru Jaya namun, Fitri  (PPATK) malah bergeming dengan alasan tidak mempunyai dasar untuk membayar biaya limbah medis B3 non Covid tersebut,” ucap Januar Irianto.

Lantaran pihak RSUD latopas sering ingkar janji kepada PT Primanru Jaya. Pihaknya pun langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak lainnya agar masalah ini segera dituntaskan.

” PT Primanru Jaya sudah melaporkan tunggakan tersebut kepada bupati jeneponto dan surat tersebut sudah ditembuskan ke DPRD, Kejari, Sekda Jeneponto hingga Kejaksaan Tinggi Pemprov Sulsel sejak kamis lalu. Namun hingga kini  belum ada satu pun pihak yang merespon kami,” terangnya.

Sementara itu, Kepala RSUD Latopas, drg Bustamin saat dihubungi secara terpisah mengungkapkan jika awalnya kita sudah melakukan kesepakatan dengan pihak PT Primanru Jaya namun kesepakatan itu batal.

” Kita sudah sepakat kalau pembayaran akan kita lakukan bulan ini kalau ada pencairan, namun tidak tahu ada lagi yang pengaruhi dan buat lagi laporan, padahal kita sudah punya niat baik untuk menyelesaikan tapi dia sepertinya cari masalah,” ujar drg Bustamin.

Saat dikonfirmasi ulang, lantas mengapa pembayaran tersebut belum dibayarkan bahkan tertunda selama setahun.

” kami belum bayar karena belum ada uang, kan pandemi,”singkatnya.

Bahkan kata dia, PT Primanru Jaya sudah pernah ikut lelang dan dia pemenangnya dan sudah diangkut itu pun sudah dibayar.

” Cuman ada kegiatan lain yang sumbernya bukan dari dana DAU melainkan dana BPJS. Cuma kemarin kita sepakat kalau pembayaran BPJS itu tergantung dari pembayaran, tidak ada dana yang siap untuk itu artinya kalau ada dan memungkinkan untuk dibayarkan pasti dibayarkan dan saat itu dia setuju, saat itu kan pandemi jadi kan kesulitan keuangan,” terangnya.

Selain itu, ia mengaku jika pihaknya sudah berbicara dalam kesepakatan itu, khususnya pihak PPATK.

” Jadi kita sudah bicara, baik PPATK sudah tinggal menunggu ini. Tidak tahu kenapa tidak sabar. Saya suda sampaikan sebelumnya jika itu dana masih ada di keuangan daerah. Jadi nanti kita urus dulu pencairannya untuk bisa masuk kerekening Rumah Sakit, kalau sudah masuk pasti kita bayar, seandainya PT Primanru Jaya mau menungggu dan sabar sedikit, sudah tidak ada masalah,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyesalkan langkah yang ditempuh oleh pihak PT Primanru Jaya karena melaporkan hal ini ke Bupati.

” Itulah, luar biasa ini orang, kita sudah berupaya dia memperkeruh suasana. Makanya ditunjuklah mediator yang bernama Alimuddin namun malah  tadi sudah mulai begitu juga, tidak tahu juga kok plin plan begitu Pak Januar,” tandasnya.

Ia menambahkan jika saat ini sudah mencoba solusi ini agar permasalahan cepat selesai.

” Solusinya kan kita mau bayar kan intinya itu cuma tidak bersabar seandainya sabar sedikit kan uang itu kan diusahakan. Itulah jika RS belum blud makanya uang itu belum bisa dipakai karena akan melanggar dan nantinya masuk penjara,” bebernya.

Lebih jauh, drg Bustamin mengaku jika mekanisme tersebut sudah dijelaskan kepada pihak PT Primanru.

” Sudah, semuanya sudah kita sampaikan, masuk dana kerekening RS langsung kIta bayar. Bukan malah melapor padahal sudah sepakat. Sisa menunggu. Kan niat baik sudah ada, sepakatmaki nilanya tinggal hari H ditunggu,” tutupnya.

 

Berkomentar dengan bijak!